Sako: Jelang Pemilu Aparat Pilih-pilih Partai

327
Rapat Kerja Anggaran bersama Komisi I DPRD Sulut (Iswan Sual)

Manado, MP

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) kritisi aparat pemerintah di kabupaten kota.

Hal itu mencuat lantaran ada kesan pejabat pilih-pilih partai di saat masa reses para wakil rakyat di daerah pemilihan masing-masing.

Hal ini muncul ke permukaan tatkala Komisi I DPRD Provinsi Sulut melakukan pembahasan dengan Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Sulut, Kamis (13/9) 2018.

Anggota komisi, Hanafi Sako meminta, supaya disampaikan kepada aparat hingga ke kabupaten kota supaya semua anggota dewan diperlakukan sama. Tak melihat warna partai.

“Kita tidak diperlakukan sama sewaktu turun reses. Diharapkan supaya mereka juga menghargai. Jangan pilih-pilih partai yang berbeda. Kan kita (anggota dewan, red) turun atas nama lembaga,” ucap politisi Partai Golkar itu, saat pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018 bersama Biro Pemerintahan Provinsi Sulut, di ruang rapat Komisi I DPRD Sulut.

Seiring dengan itu,  Ketua Komisi I DPRD Sulut, Ferdinand Mewengkang menyampaikan, saat reses seringkali masih ada yang bertanya dari partai apa.

“Meski sudah otonomi daerah tapi kan provinsi ada kewenangan. Dari pihak pemerintah provinsi diminta untuk melihat hal ini. Karena sering kita turun reses, baku dapa saja dengan Lurah susah. Apalagi ini tahun-tahun politik,” tegas politisi Partai Gerindra itu.

Di waktu yang sama, Christian Iroth dari Biro Pemerintahan menyampaikan, bila nanti terjadi masalah seperti itu, harapannya bisa ada laporan ke pimpinan eksekutif provinsi.

“Diharapkan nanti, apabila terjadi seperti itu maka aparat tersebut bisa dilaporkan ke pihak pimpinan,” tutupnya  (Iswan Sual)