Jokowi Tak Didukung Nahdliyin Jika Mahfud MD Cawapres

174
Mahfud MD (ist)
Jakarta, MP
                                                   .

Calon Wakil Presiden (Cawapres)  Joko Widodo (Jokowi) belum dipastikan namanya. Namun, disebutnya Cawapres beriniberi M langsung memantik reaksi. Diduga kuat M menunjuk Mahfud MD.

Ketua PBNU Robikin Emhas khawatir Mahfud MD tidak mendapat dukungan dari nahdliyin jika dicalonkan sebagai cawapres Jokowi.

“Kalau cawapres nanti bukan dari kader NU, dikhawatirkan warga nahdliyin merasa tidak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyukseskannya. Itu yang saya sampaikan. Tidak ada ancam mengancam,” tutur Robikin, Rabu (8/8) 2018 .

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau yang akrab disapa Romi sebelumnya sempat menyebutkan, cawapres Jokowi berinisial M.

Politisi PDIP Maruarar Sirait jmenyebutkan sejumlah ciri atau kriteria sosok cawapres Jokowi untuk Pilpres 2019.

“Pak Jokowi jelas dari awal orangnya harus bersih, rekam jejaknya jelas, berani menegakkan Pancasila. Ya begitulah,” kata Maruarar, usai jadi pembicara dalam Laporan Tahunan Kemerdekaan Beragama Berkeyakinan dan Politisasi Agama 2017, yang diselenggarakan Wahid Foundation, di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (8/8).

Maruarar mengatakan, dari awal sudah jelas tidak ada sosok bakal cawapres yang secara kuantitatif bisa menambah suara Jokowi. Namun, secara kualitas, sosok itu harus bisa memberikan nilai tambah.

Ia mengatakan, Jokowi adalah figur yang yakin pada proses. Jokowi memulai kesuksesan karier pemerintahan dari wali kota, gubernur, hingga presiden. Proses itu, menurut Maruarar, mencerminkan sosok cawapres yang akan dipilih Jokowi nantinya.

“Jadi, dia pasti pilih wakil yang punya pengalaman dan track record jelas. Kalau kita peka, sebetulnya mudah ditebaklah,” ujar dia, seperti dilansir kantor berita Antara.

Maruarar juga tidak membantah cawapres Jokowi berinisial M. Maruarar juga kembali mesam-mesem ketika ditanya sosok cawapres Jokowi orang yang sudah pernah duduk di tiga level kekuasaan pemerintahan, eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

“Yang jelas dia sportif, berani menegakkan Pancasila, dan dekat dengan wartawan,” ujar dia sambil mesam-mesem.

Maruarar juga mengatakan figur pilihan Jokowi adalah orang yang lebih banyak diam. “Kalau makin genit, peluang dipilih makin kecil,” dia berkelakar. (detik.com)