JPU Siapkan Tuntutan

420

Proses Sidang Perkara Ibu Bakar Anak di Sangihe

Manado, Mangunipost.com – Proses meja hijau perkara pembakaran anak yang menyeret Olga Samet sebagai terdakwa, kini siap masuk babak tuntutan. Pasalnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tahuna telah menuntaskan agenda pemeriksaan terdakwa, Rabu (27/02).

KasiPidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Sangihe, Edwin Tumundo, yang masuk dalam tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), saat dihubungi Mangunipost.com via WhatsApp, membenarkan bahwa agenda sidang berikut bakal masuk tahap tuntutan.

“Kemarin (Rabu-red) sudah pemeriksaan terdakwa. Agenda selanjutnya pembacaan tuntutan,” singkat Tumundo.

Selebihnya, Tumundo mengungkapkan, terdakwa Olga tidak membantah perbuatan yang dilakukannya terhadap korban anak Jesica Mananohas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terdakwa Olga pada persidangan, Senin (07/01) lalu, tim JPU yang diketuai langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sangihe, Muhammad Irwan Datuiding telah mendakwa bersalah terdakwa Olga dengan pasal berlapis.

Dituturkan dalam dakwaan JPU, perbuatan melawan hukum itu telah dilakukan terdakwa Olga, Rabu (12/9/2018) lalu, hanya karena persoalan sepele.

Berawal ketika terdakwa sedang mencari pisau di dapur, lalu menanyakan ke saksi Magdalena Bawengen, tapi saksi menjawab tidak tahu. Kemudian terdakwa keluar dapur menuju halaman, guna bertanya kepada korban Jesica dan anak Dave. Namun, keduanya juga menjawab tidak tahu.

Saat korban Jesica dan anak Dave masuk ke dapur untuk sarapan pagi, terdakwa malah melarang keduanya untuk makan. Lalu terdakwa mengambil ketapel, dan bertanya ketapel tersebut milik siapa. Anak Dave pun menjawab itu miliknya. Alhasil, terdakwa ikut menarik karet dari ketapel kemudian mengarahkan ke tangan anak Dave, sambil terus memarahi anak Dave dan korban Jesica.

Tak puas memarahi keduanya, terdakwa kemudian mengambil seludang bunga kelapa yang sudah kering di dalam karung dan memukul anak Jesica dan anak Dave di bagian kaki dan pantat berulang kali.

Bahkan, terdakwa nekad menyiramkan minyak tanah ke arah kepala korban Jesica dan anak Dave, sehingga baju dan celana keduanya basah dengan minyak tanah. Tak hanya itu, terdakwa juga sempat mengeluarkan kalimat hendak membakar keduanya.

“Kita mobakar pa ngoni dua, mo kase mati, biar jo mama mo tapenjara (saya mau bakar kalian, mau saya bunuh biar saja saya masuk penjara),” ujar terdakwa, yang tertuang dalam dakwaan JPU.

Dan, tanpa pikir panjang, terdakwa langsung menyalakan api dan mengenai telapak tangan kanan anak Dave. Namun, anak Dave langsung menepuk-nepuk telapak tangan kanannya menggunakan tangan kiri untuk mematikan api tersebut.

Usai itu, terdakwa mengibaskan api ke arah celana kaki kiri korban Jesica dan api langsung membakar sekujur tubuh korban.

Korban Jesica sendiri sempat menjalani perawatan medis selama beberapa hari di rumah sakit, tapi sayang nyawanya tak tertolong.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, terdakwa Olga telah dibawa ke pengadilan oleh Datuiding bersama Jaksa Arif Yuli Haryanto, Tumundo, Zulhia J Manise, Gita Arja Pratama, dan Fitria Astuti. Dengan bersandar pada Pasal 44 Ayat (3) dan Pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), untuk dakwaan Primair.

Sedangkan pada dakwaan Subsidair, JPU menggunakan Pasal 80 Ayat (4) Juncto Pasal 80 Ayat (3) dan  Pasal 80 Ayat (4) Juncto Pasal 80 Ayat (1) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (*)

Penulis/Editor : Jack Wullur