Kaloh: Program Disiplin ASN Pemprov Sulut Harus Ada Evaluasi

493

Manado, MP
Pencanangan bulan disiplin di Lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mulai digaungkan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK). Program tersebut disambut hangat wakil rakyat di gedung cengkih.

“Sebagai anggota DPRD Sulut ,saya sangat mendukung penuh dengan adanya program kerja dalam bentuk bulan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov Sulut, yang kemarin (17 September 2019, red) dicanangkan oleh gubernur dan wakil gubernur melalui Sekretaris Provinsi Edwin Silangen,” ucap Anggota Komisi Satu DPRD Sulut, Fabian Kaloh, kepada mangunipost.com.

“Disiplin itu merupakan satu bentuk ketaatan terhadap aturan, regulasi yang dibuat pemerintahan provinsi. Kebijakan atau program itu sangat bermanfaat dalam rangka menuju SDM handal. Karena sumber daya manusia sangat penting kaitannya dengan kami di dewan provinsi,” sebutnya.

“Semakin ASN disiplin maka kemitraan kita akan terbagun dengan baik. Berbagai regulasi, peraturan daerah atau apa saja yang menjadi tupoksi anggota dewan akan semakin lebih baik. Sebab kalau tidak disiplin, susah ASN melaksanakan tupoksinya sebagai ASN. Karena disiplin itu adalah nafas dari setiap organisasi. Dalam rangka menuju ASN atau masyarakat yang bersumber daya manusia yang kuat, yang unggul maka disiplin itu kata kuncinya,” ucap politisi PDI-P ini.

Dia pun melanjutkan, supaya program dari pemerintahan ini berjalan dengan baik dan lancar, perlu juga ada reward dan punishment.

“Hanya saja catatan buat saya bahwa disiplin tanpa reward dan punishment masih kurang untuk programnya. Kan bulan disiplin pemprov ada perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kemudian dalam evaluasi adalah kesempatan untuk memberikan reward bagi mereka yang berdisiplin dan punishment bagi mereka yang tidak disiplin. Karena kalau tidak ada itu berarti percuma, hanya menjadi program atau selogan belaka,” lanjutnya.

“Kita lihat kalau ada bulan disiplin berarti satu bulan berjalan musti ada evaluasi dan ini merupakan saran kepada pemerintah provinsi. Berikan penilaian-penilaian terhadap ASN yang betul-betul berdisiplin. Kemudian kalau dia punya inovasi dan kreativitas, harus diberikan penghargaan tetapi juga memberikan punishment bagi mereka yang tak disiplin sehingga ada efek jera bagi yang malas,” tandasnya. (Eka Egeten)