Kamu Muda Saudi Enggan Palestina Merdeka

237
Peringatan 30 tahun Hamas (ist)

Riyad, MP

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) berbeda pendapat dalam isu Palestina. Belakangan, hal itu makin gamblang.

MBS jelas sangat mendukung keberadaan Israel dan dilaporkan pernah mengatakan Palestina seharusnya tutup mulut atau berdamai dengan Israel.

Sebagaimana dikutip dari merdeka.com,  Raja Salman sebaliknya kembali menegaskan pendiriannya untuk tetap mendukung Palestina untuk menjadi negara yang merdeka sepenuhnya.

Dia bahkan menyatakan rencana damai yang dibuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump harus mengikutsertakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Dilansir dari laman Haaretz, Senin (6/8) 2018, pengamat dari Universitas Tel Aviv Haisam Hassanein memandang negara Teluk, khususnya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, kini tengah mengalami perubahan sosial politik yang memperlihatkan ada perbedaan sikap generasi tua dan muda, salah satunya dalam isu Palestina.

Angkatan tua Saudi yang tumbuh di era 1950-an dan 1960-an di era berkibarnya nasionalisme Arab memandang Palestina sebagai isu yang menggerakkan segala peristiwa di Timur Tengah.

Saudi tidak pernah benar-benar menyerukan nasionalisme Arab, mereka memakai isu Palestina untuk mengkritik lemahnya solidaritas Arab.

Di sisi lain, angkatan muda yang diwakili oleh MBS dan Muhamad bin Sayed (MBZ), putra mahkota UEA di Abu Dhabi memperlihatkan sikap yang bertolak belakang dengan angkatan tua. Mereka lebih mengutamakan politik saat ini ketimbang nostalgia politik.

Kaum muda Saudi melihat orang Palestina sendiri secara umum tidak tertarik untuk menjadi pendukung Saudi atau UEA. Apalagi ada kubu Iran yang mendukung perjuangan Palestina melawan Israel dan menjadi seteru Saudi di Timur Tengah.

Angkatan muda di negara Teluk melihat sendiri bagaimana orang Palestina menentang mereka di media sosial, termasuk membakar foto MBS dalam unjuk rasa di Gaza. Sewaktu gelaran Piala Dunia, banyak orang Palestina mendukung Iran ketika berhadapan dengan tim negara Barat dan sebaliknya mereka mendukung Barat ketika melawan tim Saudi.

MBS dan MBZ meyakini negara Palestina merdeka artinya sama saja dengan menyerahkan pengaruh di Timteng ke tangan Iran.

MBS dan MBZ tentunya tidak sebodoh itu untuk mendanai dan mendukung negara Palestina merdeka yang nantinya akan menjadi anak buah Iran.

Namun sebagian kalangan di Barat masih memandang Negara Teluk seharusnya memberi bantuan dana untuk terbentuknya negara Palestina merdeka seperti yang tertuang dalam rencana damai yang dibuat Trump. Tentunya hal ini tidak akan terjadi. Saudi dan UEA tidak akan membiarkan Palestina menjadi alat yang akan menguntungkan Iran.(merdeka.com)