Kapten Tedampa: Bersama-Sama Kita Menjaga Alam

149

Amurang, MP

Kebakaran alang-alang terjadi di lahan Buyungon, Selasa (16/07) pukul 12.00 Wita. Titik api tepatnya di daerah perbukitan Sasayaban Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan.

Dari informasi yang diperoleh, penyebab terjadinya kebakaran diperkirakan adanya masyarakat yang secara sembarangan membuang puntung rokok di sekitar perbukitan Sasayaban yang ditumbuhi ilalang. Ditambah cuaca panas dan angin kencang, sehingga mengakibatkan api puntung rokok tersebut cepat merembet membakar ilalang yang kering.

Danramil 1302-14/Amurang, Kapten Inf Ferdinan Tedampa, melihat adanya asap tebal di daerah perbukitan Sasayaban. Dengan cepat Danramil memerintahkan anggotanya untuk mengecek lokasi munculnya asap tebal dan setelah dicek ternyata api telah membakar ilalang yang ada di perbukitan.

Setelah melihat keadaan tersebut, Danramil dengan cepat langsung berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Minsel, serta menerjunkan beberapa anggotanya untuk segera memadamkan api yang sudah membesar agar tidak merembet sampai pemukiman warga.

Karena daerah lokasi kebakaran yang berbukit, dan tidak bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat, maka kendaraan unit Damkar Minsel hanya bisa standby di sekitar terminal Amurang, sehingga Anggota Koramil yang dipimpin Danramil bersama personil Damkar dan masyarakat hanya bisa menggunakan alat manual seadanya untuk bisa menjinakkan si jago merah.

Pada pukul 15.30 Wita, api yang membakar sekitar 1 hektar lahan Buyungon, perbukitan Sasayaban akhirnya bisa dipadamkan. Kapten Inf Ferdinan yang memimpin upaya pemadaman tersebut mengimbau warga di sekitar perbukitan agar berhati-hati.

“Jangan membuang sisa-sisa puntung rokok dengan sembarangan. Untuk itu Saya mengajak masyarakat agar bersama-sama kita menjaga alam sekitar agar tidak terjadi kebakaran seperti sekarang ini,” tuturnya.

Hadir dalam upaya pemadaman, Danramil 1302-14/Amurang Kapten Inf Ferdinan Tedampa, Komandan Regu (Danru) Damkar Minsel Fernando Sumarap, Anggota Koramil dan Anggota Damkar serta masyarakat sekitar perbukitan. (Kelly Korengkeng)