Karangetang Muntahkan Lava Panas, Warga Langsung Dievakuasi

221
Proses evakuasi, petugas gabungan memblokade jalan dekat jembatan Kali Malebuhe. (ist)

Siau, MP
Aktifitas Gunung Api Karangetang meningkat. Erupsi dengan guguran batu lava panas menerjang Kali Marebuhe dan Kali Batuare, Kampung Batubulan Kecamatan Siau Barat Utara Kabupaten Sitaro, Sabtu (02/02).

Gelagat Karangetang ini dinilai mulai berbahaya. Sebab, jarak guguran lava panas dengan pemukiman hanya sekitar 300 Meter (M). Sedangkan jarak guguran lava panas ke ruas jalan antara Lindongan I dan Lindongan II Kampung Batubulan cuma sepanjang 200 M.

Kondisi memprihatinkan ini diatensi serius kepolisian setempat. Kapolsek Siau Barat, Kompol Johanis Sasebohe bersama anggotanya terus memantau perkembangan status Karangetang. Sekaligus mengimbau, masyarakat yang berada di dekat aliran lava panas untuk segera menghentikan aktivitas.

“Kita juga melakuan evakuasi warga yang tinggal dekat dengan Kali Marebuhe dan Kali Batuare. Mereka dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” ujar Sasebohe didampingi Danramil Kapten Inf Piter Mashina.

Menurut Kapolsek, sebagian warga Kampung Batubulan dan Kampung Kawahang masih menganggap enteng peristiwa tersebut. Namun personil Polsek bersama anggota Koramil 1301-02 Siau, BPBD Kabupaten Sitaro dan Pemerintah Kecamatan Siau Barat bekerja ekstra. Intinya memberikan penjelasan soal bahaya lahar panas serta luncuran awan panas.

Suasana evakuasi, petugas melarang warga menerobos perimeter. (ist)

Berdasarkan data dari Ketua Pos Pemantau Gunung Api Karangetang, Yudia Tatipang lanjut Kapolsek, lahar panas kian memenuhi kubangan Kali Melebuhe. Diperkirakannya, sudah mencapai 4000 M³. Ia khawatir, dinding kubangan akan runtuh dan lahar panas akan meluber hingga mengarah ke pemukiman warga. Pun pihaknya bersama instansi terkait langsung menutup akses jalan dari Kampung Kawahang ke Kampung Batubulan.

“Kita telah membuat perimeter dengan radius 1 Km untuk mencegah masyarakat melewati jembatan Kali Malebuhe karena berbahaya. Apalagi, diprediksi jembatan di kali tersebut akan dilalui lahar panas,” terang Sasebohe.

Ditambahkan dia, petugas gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD dan Pemerintah Kabupaten sudah mendirikan posko (pos komando) bencana. Lokasinya berada di rumah Keluarga Balau-Unsong Kampung Kawahang Lindongan IV. (*)

Editor: Ronni Somba