Kasus Tipikor DPRD Manado Resmi Naik Sidik

754

MANADO, ManguniPost.com – Setelah menuntaskan proses penyelidikan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado secara resmi ikut menaikkan status kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) DPRD Manado, dari tahap penyelidikan ke penyidikan (sidik).

Hal tersebut ditandai dengan keluarnya surat perintah penyidikan nomor : Print-223/P.1.10/Fd.1/01/2020, Jumat (31/01).

Terkait hal ini, Kepala Kejari Manado, Maryono saat dihubungi awak media, tak menepis hal tersebut.

“Iya benar, setelah dilakukan penyelidikan dan ditemukan adanya unsur pidana korupsi, Kejari Manado ikut meningkatkan penanganan status kasus dugaan Tipikor penetapan dan pembayaran tunjangan perumahan dan transportasi di DPRD Manado periode 2014-2019 ke tahap penyidikan,” terang Maryono, didampingi Kasie Intelnya, Theodorus Rumampuk.

Lebih lanjut, Maryono menegaskan, dalam kasus tersebut terdeteksi adanya kerugian negara miliaran rupiah.

“Sebagaimana menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan berdasarkan hasil penyelidikan Pidsus Kejari Manado sementara ini terungkap adanya kerugian negara sebesar Rp6,3 miliar lebih,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasie Pidsus Kejari Manado, Parsaoran Simorangkir menerangkan bahwa dana miliaran yang terindikasi korupsi tersebut, telah mengalir ke 40 Legislator Manado.

“Dibayarkan ke 3 unsur pimpinan dan 37 anggota DPRD Manado periode 2014-2019,” sebut Simorangkir.

Dijelaskan pula bahwa pihaknya telah mendapati beberapa penyimpangan, sebelum dana berjumlah miliaran tersebut mengalir ke 40 legislator Manado periode 2014-2019.

“Point yang terindikasi adanya kerugian negara, yakni pembuatan kajian dan penetapan besaran tidak mematuhi ketentuan yang berlaku. Pembayaran untuk pembahasan Oktober telah terjadi markup,” papar Simorangkir.

Selain itu, Kasie Pidsus Kejari Manado menegaskan bahwa pihaknya telah mengusut kasus ini sejak November 2019 lalu, dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti.

“Di tahap penyelidikan kami telah memeriksa 15 orang, dan hari ini secara resmi penanganan kasus telah dinaikkan ke tahap sidik,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor : Jack Wullur