Kebijakan Baru PDAM Bolmong Dinilai Sudutkan Pelanggan

242

Tutuyan, MP – Sistem pemutusan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bolaang Mongondow (Bolmong), terhitung 2019 ini telah mengalami perubahan.

Sebagaimana tertuang dalam surat edaran nomor 690/ll/l/2019 yang ditandatangani Direktur Teknik, Musri Pasambuna.

Dalam surat tersebut, para pelanggan PDAM telah diperingatkan untuk membayar tagihan air di atas tanggal 6 sampai 25 setiap bulan berjalan. Dan bakal kena denda jika pembayaran di atas tanggal 25.

Selanjutnya, isi surat mempertegas bahwa pemutusan air bakal diberlakukan, jika hingga tanggal 30 bulan berjalan tidak ada pembayaran.

Kebijakan baru ini membuat masyarakat Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ikut tersudut. Sebab, biasanya pemutusan air dilakukan jika pelanggan menunggak selama 3 bulan.

Dan menurut salah satu warga Bulawan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Boltim, inisial PA. Kebijakan baru PDAM Bolmong terkesan telah menantang otonomi Pemkab Boltim.

“Ini ancaman bagi pelanggan. Biasanya setiap tiga bulan baru saya bayar air, tidak ada ancaman seperti pemutusan sambungan. Sekarang baru satu bulan belum bayar, PDAM akan melakukan pemutusan. Padahal di media Pemda Boltim sudah mewarning bahwa bulan Januari PDAM Bolmong harus angkat kaki dari Boltim. Tapi nyatanya masih tetap beraktivitas bahkan akan mengancam melakukan pemutusan sambungan jika tidak membayar rekening air. Sikap PDAM Bolmong ini terkesan menentang Bupati Boltim,” tandasnya. (*)

Penulis :  Chindi Limo

Editor : Jack Wullur