Kejari Manado Peringati Hari Anti Korupsi, 4 Kasus Lidik Diekspose

204

MANADO, ManguniPost.com – Transparansi penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi di tingkat penyelidikan (lidik), ikut diekspose pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, Selasa (08/12).

Diterangkan Kepala Kejari Manado, Maryono Hari Anti Korupsi se-Dunia (Hakorda) yang jatuh tanggal 9 Desember, telah diperingati pihaknya dengan bentuk lain.

“Mengingat ini masih masa pandemic Covid-19, untuk memperingati Hakorda tahun ini, pihak Kejari Manado telah melakukan pemasangan spanduk di tempat umum dan memberikan informasi penanganan perkara dugaan Tipikor selama 2020,” tutur Maryono.

Selanjutnya, dirinya menegaskan kalau kegiatan upacara bendera, pembagian kaos/cinderamata yang biasanya digelar, untuk tahun ini tidak dilakukan.

Untuk tema Harkoda 2020, telah dirumuskan lebih mengarah ke penguatan budaya anti korupsi, yakni “Membangun Kesadaran Seluruh Elemen Bangsa Dalam Budaya Anti Korupsi”.

Selebihnya, Maryono mengemukakan kalau rentan waktu 2020 ini, pihaknya di bawah Kasie Pidsus, Pasaoran Simorangkir sementara menyelidiki 4 kasus dugaan Tipikor, yakni dugaan Tipikor di BPBD Manado 2016 terkait pemasangan instalasi listrik, pengadaan Insenerstor umum dan medis di Dinas Lingkungan Hidup 2019, dugaan Pungli Sarjana Fakultas Hukum Unsrat 2019, dan kasus dana CSR Bank SulutGo ke RSUD Kota Manado.

Selain itu, Maryono juga menerangkan kalau pihaknya juga telah berhasil melakukan penyelamatan kerugian uang negara sebesar Rp2,4 miliar lebih di penanganan kasus dugaan Tipikor.

“Untuk tingkat penyidikan (sidik) ada satu kasus, yakni dugaan penyimpangan tunjangan perumahan dan transportasi di DPRD Kota Manado periode 2014 -2019,” pungkasnya, sembari menambahkan kalau perkara korupsi dana banjir bandang Kota Manado 2014 yang berproses di pengadilan, dengan berkas perkara Tatahede, Yenni dan Agus telah tuntas. Dimana, ketiganya divonis bersalah oleh Majelis Hakim. Sedangkan, untuk berkas perkara Salindeho telah masuk pada tahap tuntutan. (*)