Kejari Manado Selamatkan 650 Juta Dana CSR Dari Rekening Pribadi Oknum Pejabat

121

MANADO, ManguniPost.com – Arahan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) agar penegak hukum tidak hanya fokus memenjarakan orang, tapi juga piawai dalam menyelamatkan uang negara dalam penanganan kasus dugaan korupsi, kembali ditunjukan Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado.

Dimana, Jumat (10/07) ini, pihak Kejari Manado telah berhasil mengamankan uang negara sebesar Rp650 juta dari rekening pribadi oknum pejabat untuk dititipkan sementara ke rekening BRI Kejari Manado.

Diungkap Kepala Kejari (Kajari) Manado Maryono, proses pengamanan ratusan juta uang dari rekening pribadi oknum pejabat tersebut, tak lepas dari hasil penyelidikan cepat Pidsus Kejari Manado atas dugaan penyimpangan Dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank SulutGo ke Pemkot Manado.

Strategi penyelamatan uang negara yang dimainkan Kejari Manado ini, juga telah menjadi tanda awas bagi oknum-oknum pejabat nakal untuk melakukan Tindak Pidana Korupsi.

Saat dihubungi awak media, Maryono menerangkan bahwa tahun lalu, pihak Bank SulutGo telah menyalurkan dana hibah tanggung jawab sosial atau CSR kepada Pemkot Manado sebesar Rp1,2 miliar.

“Rencananya diperuntukkan membantu rumah sakit gigi dan mulut sebesar Rp1,2 milyar. Dari sejumlah dana tersebut pada bulan April 2020 telah dipindahkan sebesar Rp650 juta ke rening pribadi milik oknum pejabat, sedangkan sisanya sebesar Rp550 juta belum diketahui di mana disimpan dan juga penggunaannya,” terang Maryono.

Lebih lanjut, dirinya menuturkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan Pidsus Kejari Manado di bawah kendali Pasaoran Simorangkir, pihaknya bekerja sama dengan Bank SulutGo menemukan kalau uang sebesar Rp650 juta ternyata telah ditampung di rekening pribadi oknum pejabat.

Alhasil oknum pejabat terkait diperiksa, dan bersedia agar dana CSR yang sempat bersarang di rekening pribadinya untuk dititipkan sementara ke rekening BRI Kejari Manado.

“Atas kesadaran sendiri pemilik rekening yang menampung sebagian dana CSR tersebut, dengan maksud untuk penyelamatan uang negara maka yang bersangkutan secara sukarela telah menitipkan uang Rp650 juta tersebut kepada penyelidik Kejari Manado yang selanjutnya uang tersebut dititipkan sementara ke rekening Kejari Manado yang ada di Bank BRI Manado,” tutur Maryono.

Terkait proses hukum ke depan, Maryono menegaskan kalau pihaknya akan segera menentukan sikap setelah diperoleh fakta-fakta hukum. Dengan menelusuri lebih dalam siapa yang meminta bantuan dana CSR, dimana dana CSR lainnya ditampung, digunakan untuk apa saja dana CSR tersebut, serta mengungkap apakah ada ASN atau pejabat yang menerima dana CSR atau tidak. Mengingat, Bank SulutGo adalah Bank milik Daerah.

“Penyidik Kejari Manado nantinya juga akan menelisik kemungkinan adanya Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), karena tidak menutup kemungkinan adanya bagi-bagi uang secara tidak sah untuk kepentingan pribadi setelah uang tersebut masuk ke rekening penerima secara sah. Penyidik juga akan segera mengambil sikap apakah ada unsur tindak pidana atau sekedar kesalahan prosedur/administratif dalam kasus dana CSR ini,” tandasnya. (*)