Ketua Dekot Tomohon Dituding ‘Kebiri’ Hak Fraksi Restorasi-Nurani

297

Tomohon, MP
Rapat Paripurna Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon, Selasa (29/10) kemarin, tuai kontroversi. Keputusan yang dinilai sepihak dari Ketua DPRD Kota Tomohon, jadi pemicu.

Ketua DPC Partai Hanura Kota Tomohon, Fischer Mangundap angkat bicara. Kepada awak media, ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses pengambilan keputusan pada Rapat Paripurna tersebut.

“Terkait dengan AKD yang sudah diparipurnakan tanggal 29 Oktober, kami menaruh kekecewaan besar terhadap Ketua DPRD yang baru didefinitifkan kemarin (Senin 28 Oktober, red),” ujar Mangundap, Rabu (30/10).

Ia bahkan menuding, dalam proses pengambilan keputusan itu, Ketua DPRD Tomohon, Djemmy Jerry Sundah sengaja ‘memperkosa’ hak Fraksi Restorasi-Nurani.

“Sebagai Fraksi Restorasi-Nurani, kami merasa hak kami telah ‘dikebiri’ atau ‘diperkosa’. Yang kami kejar adalah hak kami sebagai fraksi. Kami tidak mencuri dan tidak melakukan lobi-lobi di luar koridor,” ketusnya.

Tak hanya itu, Mangundap juga menuding rapat paripurna pembentukan AKD itu cacat hukum.

“Jadi ketika itu tidak terakomodir sebagai fraksi, kami pikir itu telah mengabaikan pedoman penyusunan tata tertib dewan sesuai dengan PP Nomor 12 Tahun 2018 pasal 53 ayat 1. Di situ sudah menegaskan, anggota Badan Anggaran diusulkan masing-masing fraksi dengan mempertimbangkan keanggotaannya dalam komisi dan paling banyak separuh (1/2 dari jumlah anggota DPRD),” tegas Mangundap sembari menjelaskan jika mengacu pada PP Nomor 12 Tahun 2018, maka Fraksi Restorasi-Nurani mempunyai hak untuk masuk dalam Badan Anggaran.

“Jadi ketika ada 20 Anggota DPRD, maka ada 10 keterwakilan di Banggar. Nah dari 10 keterwakilan itu secara ex officio tiga
pimpinan. Nah kalau mau bicara proporsional seharusnya diisi berdasarkan keterwakilan fraksi. Jadi kan sisa 7 Kursi harus diisi semua fraksi,” terangnya.

“Fraksi Golkar satu, PDIP satu dan Restorasi-Nurasi satu, sehingga berjumlah enam. Selanjutnya untuk sisa empat kursi silahkan diisi kedua fraksi lainnya sesuai PP 12 Tahun 2018 yang berbunyi setiap anggota badan anggaran diutus setiap fraksi,” jelasnya.

Untuk diketahui, DPRD Kota Tomohon telah menggelar Rapat Paripurna pembentukan AKD, Selasa (29/10). Namun, rapat paripurna itu digelar secara tertutup.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, pada rapat paripurna itu, Fraksi Restorasi-Nurani telah mengutus, Stanly Wuwung sebagai anggota Banggar. Namun hingga palu diketuk, Stanly tetap tidak terakomodir. Untuk jumlah anggota, Fraksi memiliki 3 anggota, yakni Cherly Mantiri (Ketua Fraksi), Stanly Wuwung (Sekretaris Fraksi) dan Erens Kereh (Anggota Fraksi sekaligus Wakil Ketua DPRD Tomohon). (David Kurama)