Kinerja Tidak Memuaskan, Deprov Semprot Dinkop Sulut

245
Rapat bersama Komisi II Deprov Sulut dan Dinkop Sulut (Iswan Sual)

Manado, MP

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Utara (DPRD Sulut) melontarkan kritikan pedas ke Dinas Koperasi (Dinkop) Sulut terkait kinerja mereka yang kurang memuaskan.

Wakil rakyat Noldi Lamalo sempat emosional tatkala mendengar tanggapan tim Dinkop yang terkesan datar saat anggota Komisi II DPRD Sulut itu meminta keterangan terkait realisasi proposal permohonan bantuan dari masyarakat.

“Ini aspirasi 15 kabupaten/kota. Jangan cuma sampe di minta maaf. Maka saya minta data. Orang-orang mana. Jangan sampe aspirasi komisi II tidak terakamodir. Mohon maaf. Saya tidak emosional. Hanya nada suara saja,” kata Lamalo di kantor DPRD Sulut pafa Senin (29/10) 2018.

Senada dengan itu ketua Komisi II Cindy Wurangian menghimbau agar Dinkop bekerja dengan baik dalam melayani masyarakat.

“Anggota Dewan kan perpanjangan tangan dari rakyat selain partai. Rakyat yang memilih kami. Masyarakat mereka membuat proposal memang tidak selalu lengkap pengurusannya karena mereka butuh dana. Tolong dinas proaktif. Hubungi langsung kalau ada yang kurang. Kalau ada kekurangan beri mereka waktu untuk melengkapi,” pungkas Wurangian.

“Setelah pembahasan ini kami akan meneruskannya ke masyarakat. Kalau tidak koordinasi dari Dinas Koperasi timbul banyak pertanyaan di masyarakat. ‘Mo datang ka nyanda ini bantuan?’ Makanya kami minta data penerima yang sudah diSK-Gurbernur-kan. Jangan cuma formalitas. Kami hanya membantu fasilitasi. Bantuan tidak melalui kami.
Korrdinasi itu penting. Harusnya data lengkap,” tegas Cindy.

Lebih lanjut, anggota Komisi II Edwin Lontoh menghimbau agar tak ada salah paham antara Pemprov dan Deprov Sulut.

“Jangan terjadi miskomunikasi antara eksekutif dan legislatif. Harus pro aktif.
Apa program yang disampaikan ya dilaksanakan sebaik-baiknya. Diusahakan 2019 perencanaan supaya seperti ini tidak lagi terjadi,” tutur Lontoh.

“Mungkin program pro rakya tapi kalau begini jadi program lip service. Program tidak sampai di masyarakat. Trus apa program ke masyarakat? Lantas cuma monitoring, evaluasi?” Kunci Edwin. (Iswan Sual)