Kisah Rusdi Dibalik Tukang Cukur Rambut Kotabunan

479

MENDAPATKAN uang dengan halal memang menjadi dambaan hampir setiap orang, termasuk di dalamnya Rusdi Palar.

Lelaki berusia 30 tahun ini, tak pernah menyangka kalau impian bisnis rumah makan di Desa Bulawan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) harus tersendat dan ditinggalkannya.

Bukan karena Rusdi kurang kerja keras, sehingga usaha rumah makannya tak berjalan lancar. Namun, jalan hidupnya mungkin belum jodoh untuk meraih sukses di bisnis rumah makan.

Alhasil, bapak satu anak ini, mau tak mau ikut beralih pekerjaan ke tukang cukur rambut. Dan saat bersua dengan wartawan Mangunipost.com, Rusdi menjelaskan bahwa sosok Upi Manoppo, telah menjadi inspirasi baginya untuk menekuni bisnis cukur rambut tersebut.

“Sejak menikah, saya bercita-cita ingin punya rumah makan. Tapi waktu saya melihat Upi Manoppo, salah satu tukang cukur rambut di Desa Kotabunan, saya terinspirasi dari dia. Saya melihat orang-orang yang datang mencukur rambut begitu banyak akhirnya saya memilih untuk menjadi tukang cukur,” terang lelaki berdarah Minahasa-Sangihe itu.

Lebih lanjut, Rusdi menuturkan kalau bisnis cukur rambut ini telah dimulainya sejak 2014 lalu, dengan modal Rp650 ribu untuk membeli perlengkapan cukur.

Awalnya, Rusdi belum langsung mematok harga atas jasa cukur rambut. Namun, lama kelamaan, dirinya berpikir untuk mengembangkan bisnis barunya. Sehingga, setiap orang yang datang mencukur rambut ikut dikenakan biaya.

Untuk orang dewasa, Rusdi menerapkan tarif Rp15 ribu dan untuk anak-anak Rp10 ribu. Bahkan, Rusdi memberlakukan perbedaan untuk biaya potong rambut malam hari, dengan tarif Rp20 ribu per kepala.

“Kalau malam hari, tarif per kepala 20 ribu karena ongkos buat beli BBM sebab Boltim sering mati lampu jadi ada ketambahan lima ribu,” ujarnya.

Menariknya, bisnis cukur rambut Rusdi ini ternyata rejekinya berbeda dengan bisnis rumah makan sebelumnya. Dimana, 5 tahun belakangan ini, bisnis tersebut telah membuahkan hasil dalam peningkatan ekonominya. Sehingga, Rusdi dapat beli tanah, rumah dan motor.

Tak heran jika sekarang Rusdi semakin mencintai pekerjaannya. Dan belum kepikiran untuk mencari pekerjaan lain atau membuka bisnis baru. “Saya masih tetap mencintai pekerjaan saya ini. Apalagi isteri saya sangat mendukung dengan pekerjaan saya sekarang ini. Alhamdulillah dengan bekerja sebagai tukang cukur pendapatan saya perhari sudah lebih dari cukup. Saya hanya berharap agar Allah memberikan kesehatan agar aktifitas saya tetap lancar,” tuturnya.

Selebihnya, dirinya mengungkapkan kalau saat ini dirinya tengah fokus menjaga kualitas kerja, agar para pelanggannya puas. “Sekarang saya hanya menjaga kualitas kerja saya. Saya mau apa yang menjadi selera atau model rambut yang orang mau, itu yang saya lakukan sebab saya suka orang yang datang cukur rambut sama saya, puas dengan model rambut yang mereka mau,” tuntasnya. (*)

Penulis : Matt Rey Kartoredjo

Editor : Jack Wullur