KM Aleluya Ditemukan, Korban Apresiasi Basarnas

161

Manado, MP

Drama pencarian KM Aleluya yang hilang 18 hari, akhirnya berujung. 9 orang anak buah kapal (ABK) ditemukan selamat. Korban kini bisa dipulangkan kembali ke Manado.

Rabu (28/08), korban Rahmat Bakus tiba di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado, pukul 15.00 Wita. Ia dijemput istri dan anak, pemilik kapal, dan tim dari Basarnas.

Sementara 8 orang korban lainnya masih dalam proses pemulangan. Mereka masih di Palau. Diperkirakan dalam waktu dekat akan kembali ke Indonesia.

Diketahui, pada tanggal 28 Juli lalu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado (Basarnas) menerima info adanya kecelakaan pelayaran. KM Aleluya mati mesin di perairan Sulut. Setelah melakukan pencarian berhari-hari, operasi sempat dihentikan dan ditutup. Namun Basarnas tetap melakukan pemantauan apabila ada tanda-tanda dari KM Aleluya tersebut.

Pada Rabu (14/08) pukul 09.00 Wita, 1 orang ABK Rahmat Bakus, ditemukan oleh kapal N03 Kinseimaru dan kemudian dievakuasi ke pelabuhan Naha Okinawa, Jepang.

Kamis (15/08) pukul 09.00 Wita, diterima info dari RCC Guam bahwa 8 ABK KM Aleluya lainnya telah ditemukan dengan kondisi selamat oleh kapal nelayan lokal. Masing – masing ABK bernama Elieser Manoka, Rizky Rahim, Jufri Lalele, Musbal Mabiang, Jon Manuahe, Lesianus Baghiu, Alfri Frans dan Rival Frans.

Mereka kemudian diserahkan pada US Coast Guard yang sedang melakukan patrol dan selanjutnya dievakuasi ke negara Republik Palau. Sementara itu, Kapal Aleluya ditarik oleh US Patrol Coast Guard dan dipantau oleh RCC Guam menuju pelabuhan Palau.

Setelah berbagai upaya dan koordinasi yang telah dilakukan Basarnas selama ini, korban akhirnya dapat dipulangkan melalui Kemenlu di KBRI Jepang, dan bisa berjumpa dengan keluarganya lagi. Suasana haru menyelimuti pertemuan korban bersama anak dan istrinya.

Saat kembali, korban meminta untuk diantar berkunjung ke Kantor Basarnas Manado untuk bertemu dengan Kepala Kantor Gede Darmada juga untuk mengapresiasi kerja dari Basarnas. Sampai di sana korban dan keluarga langsung disambut Kakansar dan tim Basarnas.

“Saya dan keluarga saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kepala Kantor Basarnas Manado dan seluruh tim yang sudah berupaya mencari dan menolong kami. Hingga akhirnya saya bisa bertemu anak dan istri lagi dengan keadaan selamat”, ungkap Rahmat.

Kepala Kantor SAR Gede Darmada juga mengaku senang dengan apa yang telah mereka lakukan. “Kami juga turut senang kerja keras kami dan seluruh pihak terkait lain yang membantu dari proses pencarian hingga pemulangan para korban KM Aleluya dapat membuahkan hasil yang baik. Itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai Basarnas. Dan semoga dari kejadian ini kita dapat mengambil hikmah dan menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran untuk ke depan agar bisa lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan jiwa.” tutur Gede Darmada. (Kelly Korengkeng)