Kondisi Aster Memprihatinkan, Mahasiswa Berharap Perhatian Pemerintah Maluku Utara

348

Manado, MP

Asrama Mahasiswa Maluku Utara di Kota Manado yang biasa dikenal dengan Asrama Ternate (Aster) Babullah II, dalam kondisi memprihatinkan. Tempat berteduh para mahasiswa kurang mampu
yang beralamat di Kelurahan Batu Kota, Kecamatan Malalayang ini, dalam kondisi rusak akibat diterpa angin kencang.

Diketahui, Aster menjadi tempat tinggal dari generasi ke generasi, mahasiswa Maluku Utara, mulai tahun 90-an, sampai sekarang. Hingga kini Aster masih tetap digunakan.

Kondisi fasilitas Aster saat ini sangat memprihatinkan. Menurut para penghuninya, banyak orang yang berkunjung sering berkata, Aster sudah tidak layak lagi ditempati karena banyak kerusakan yang terjadi. Seperti kebocoran seng, runtuhnya plafon kamar tidur dan lain-lain.

“Saya sebagai pengurus Asrama Ternate, bahkan anggota lainnya merasa tidak nyaman lagi untuk menempati asrama ini, karena keadaan saat ini. Sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan kita sebagai mahasiswa. Belajar pun kami tak fokus,” tutur Ketua Asrama, Aklif Dehima saat dikonfirmasi, di Asrama Ternate, Kelurahan Batu Kota, Lingkungan I, Sabtu (14/9).

Lebih lanjut Aklif menjelaskan, para mahasiswa yang orang tua latar belakang petani, kondisi ekonomi terbatas, tidak sanggup untuk tinggal di tempat kost, sehingga agar bisa kuliah, pilihan utamanya harus tinggal di Aster selama berstudi.

“Walaupun dengan keadaan asrama saat ini yang banyak kerusakan, tetapi Asrama adalah pilihan utama untuk kita mahasiswa yang asal Malut, khususnya yang latar belakang orang tua kita petani. Menurut orang-orang kalau bertamu ke Aster, banyak yang mengatakan bahwa (Aster) sudah tidak layak ditempati (huni). Tetapi, demi masa depan, apapun keadaan asrama, kami tetap memilih Asrama,” ungkapnya.

Diakui, sudah beberapa pejabat Provinsi Maluku Utara, baik DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten yang sempat datang menjenguk, dan sempat memberikan statemen kepada penghuni Aster, bahwa Aster ini akan diperjuangkan pada paripurna DPRD nanti.

“Anggota DPRD, baik Provinsi maupun Kabupaten sempat mendatangi rumah kami ini dan sempat mengeluarkan statemen, bahwa ia akan memperjuangkan tempat tinggal kita di paripurna, tetapi sampai saat ini tidak ada konfirmasi kepada kami,” katanya.

Ia berharap, pemerintah Provinsi dan Kabupaten yang ada di Maluku Utara, boleh berinisiatif untuk merenovasi asrama mereka.

“Semoga Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, boleh melihat aset Maluku Utara (Asrama) yang ada di Manado, untuk boleh melakukan renovasi, agar keamanan kita lebih terjaga,” harapnya. (Roki Taliawo)