Kuota Bertambah, 800-an Warga Sulut Tunaikan Ibadah Haji

155

Manado, MP

Beribadah ke Mekkah merupakan bagian dari Lima Tiang Syariat Islam. Setiap umat muslim pun berupaya keras untuk pergi haji sekali seumur hidup ke Mekkah.

Asas terakhir dari rukun Islam ini dituntut dari setiap umat muslim dewasa, lelaki maupun perempuan, jika secara fisik maupun keuangan mampu melakukannya. Banyak kaum muslimin selama hidupnya menabung dan berencana untuk melakukan perjalanan ini.

Kesempatan untuk menunaikan ibadah terbuka lebar untuk calon jemaah haji (CJH) asal Sulawesi Utara (Sulut). Bertambahnya kuota CJH asal Sulut menjadi kabar gembira bagi umat Islam Bumi Nyiur Melambai.

Dengan kesempatan menjadi tamu Allah SWT di Baitullah tersebut, anggota DPRD Sulut Amir Liputo berharap seluruh CJH untuk menjalankan syariat sesuai ketentuan.

“Dari 2 juta lebih penduduk Sulut, 800-an orang menjadi wakil. Andalah yang terpanggil dengan kehormatan. Maka, dia pun menuturkan untuk menunaikan rukun haji dengan sebaik-baiknya. Karena kesempatan ini sangat susah didapat makanya pergunakanlah, dan semoga menjadi haji yang mabrur,” tuturnya.

Himbauan yang disampaikan politisi PKS ini bukan tanpa sebab. Lamanya antrian untuk menjadi CJH jadi alasan. “Untuk menjadi CJH harus menunggu 10 tahun. Kita boleh sehat, kita boleh punya uang tapi kesempatan tidak ada itu yang jadi permasalahan. Dan untuk yang berangkat harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan. Baik syarat-syarat dalam ketentuan syariat maupun syarat-syarat yang ditentukan pemerintah,” tandasnya. (Eka Egeten)