Lawan Radikalisme dan Rasialisme dengan Nasionalisme

247

Manado, MP

Seruan untuk terus memelihara dan mengedepankan rasa Nasionalisme kian nyaring dikumandangkan. Itu menyusul sejumlah aksi intoleran yang menyasar NKRI.

Sorotan itu salah satunya datang dari warga Bumi Nyiur Melambai. Ridwan Lahiya, salah satu tokoh masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) mengungkapkan, rasa keprihatinan dengan beberapa peristiwa rasialisme dan radikalisme yang terjadi belakangan ini.

Dirinya juga mengecam keras tindakan rasialisme yang dilakukan terhadap Mahasiswa Papua yang ada di Surabaya.

“Saya turut prihatin dengan aksi rasialisme dan radikal yang belakangan sangat mengganggu keutuhan NKRI. Ini harus dilawan,” ujar Lahiya, Kamis (29/08).

“Papua itu kaya, jangan cuman mau hasil buminya terus manusianya kalian hina dan usir. Ingat NKRI Sabang-Merauke, tidak ada Papua maka NKRI tidak akan lengkap,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan aksi yang tidak terpuji itu justru datang dari kalangan oknum aparat.

“Tidak peduli dia aparat atau ormas apa. Tidak peduli statusnya apa. Kalau belum final dengan Pancasila dan NKRI maka harus dilawan,” tukasnya sembari berharap agar para pelaku bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Negara ini punya hukum sebagai panglima. Tentu kami berharap agar para pelaku bisa diproses. Ini juga bisa jadi pelajaran untuk kita semua agar tetap merawat Kebhinekaan di NKRI,” jelasnya.

Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat Sulut untuk tidak terprovokasi dan lebih santun dalam menggunakan sosial media.

“Apresiasi Pemerintah maupun aparat di Sulut yang Sampai hari ini mampu menjaga kerukunan antar suku, budaya dan Agama,” tandas sosoo Nasionalis asal Bumi Nyiur Melambai itu.

Selain itu dirinya juga berharap agar khotbah-khotbah yang dikumandangkan para tokoh-tokoh lebih mengedepankan kesejukan dan tidak saling memprovokasi.

“Mereka harus belajar dari Sulut. Disini semua sudah sadar akan keberagaman. Semoga para tokoh-tokoh juga bisa lebih memberi kesejukan bukan justru memprovokasi masyarakat. sekali lagi kalau ada yang coba-coba mengganggu NKRI maka akan jadi musuh bersama,” pungkas Ketua DPP RKIH itu.

Sebelumnya Masyarakat Republik Indonesia dibuat resah dengan beredarnya video Ustad Abdul Somad (UAS) yang dituding telah melecehkan agama tertentu. Belum selesai dengan itu, publik kembali dibuat gaduh dengan aksi rasialisme yang dilayangkan terhadap Mahasiswa Papua di Kota Surabaya. Sontak hal ini mendapat respon dari seluruh masyarakat Papua yang berujung pada aksi demonstrasi. (david k)