LBH K-SBSI Sulut Siap Beraksi

558

Oknum-Oknum Organda dan Dishub Manado Diduga Main Pungli

MANADO – Aksi Pungutan Liar (Pungli) terhadap para sopir angkutan umum atau mikro di Kota Manado, Minggu (01/12) kemarin, ikut menjadi sorotan tajam Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) K-SBSI Sulut, Frangky Mantiri.

Menurut Mantiri, fenomena Pungli itu diduga kuat telah dimainkan oknum-oknum Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Manado.

“Pungutan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan Organda terhadap sopir-sopir pusat kota, Malalayang-Kampus sebesar Rp5000 adalah Pungutan Liar yang tidak berdasar,” jelas Mantiri.

“Untuk K-SBSI Sulut meminta pihak kepolisian dapat menertibkan oknum-oknum Organda yang melakukan pungutan liar di jalan Boulevard samping Mantos,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Mantiri juga melihat ada pelanggaran hukum oknum-oknum Organda dan Dishub, saat melakukan pencabutan striker FTA K-SBSI yang terpasang di mikro.

“Kami meminta Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado menindak oknum-oknum perhubungan yang terlibat atas pencabutan stiker tersebut. Tindakan yang dilakukan oleh oknum-oknum Organda dan oknum-oknum Dishub tersebut adalah perbuatan melawan hukum,” tegasnya.

Selebihnya, Mantiri menambahkan kalau persoalan indikasi Pungli yang dimainkan oknum-oknum Organda dan Dishub Manado ini akan disuarakan melalui aksi demo di Kantor Wali Kota Manado.

“K-SBSI Sulut akan melakukan upaya hukum atas tindakan tersebut dan akan melakukan aksi demonstrasi di Kantor Wali Kota Manado, guna meminta pertanggungjawaban Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado,” tandasnya. (*)

Editor : Jack Wullur