Lebih Dua Bulan Kapal Kairo Hilang

249
Amir Liputo (Iswan Sual)

Manado, MP

Hingga kini hlangnya Kapal Motor (KM) Kairo masih tanda tanya. Petugas yang melakukan penelusuran mengaku tidak mendapat tanda-tanda di wilayah pencarian.

Dugaan paling kuat, alat transportasi laut yang berlayar dari Pelabuhan Bitung menuju Mayau Batang Dua, Kota Ternate ini, telah hanyut terbawa arus. Keluar batas laut Indonesia.

Kemajuan pencarian tersebut diendus Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Amir Liputo.

Baginya, pencarian telah terhenti karena tidak ada tanda-tanda di areal yang hilang. Meski begitu diakuinya, petugas telah bekerja sesuai dengan program tetap (protap).

“Jadi sesuai protap bencana di laut, ada waktu pencaharian. Setelah selesai, masih ditambah lagi. Kalau tidak dapat, dihentikan. Walau sudah dihentikan masih tetap mencari. Jadi masih misteri,” ujar Liputo, Kamis (13/9) 2018, di ruang kerjanya.

Dijelaskannya, semua kapal yang melintasi di laut tersebut sudah disampaikan untuk wajib memberikan informasi dan melaporkan. Baik angkatan laut maupun angkatan udara.

“Sudah disampaikan. Begitu ada tanda-tanda tim SAR langsung berangkat,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pencarian ini butuh anggaran. Hanya saja bila dipaksakan seakrang ini untuk melakukan pencarian akan mubazir. Hal itu karena petugas sudah melakukan penelusuran sampai ke wilayah Ternate dan mengelilingi areal namun tidak ada tanda-tanda.

“Contoh pernah terjadi kapal dari Bitung pergi di batang dua dan hilang. Dua bulan kemudian dapat kabar, penumpangnya dapat di Osaka. Kalau kapalnya di lautan pasifik sudah di luar yuridis mereka. Jadi mereka curiga ini sudah hanyut. Terbawa arus. Karena kalau di sini mereka sudah keliling tidak ada tanda-tanda,” tuturnya.

Kalau pun ada unsur penyergapan bajak laut kemudian membawa ke pulau yang tidak berpenghuni adalah kecil kemungkinan. Bila itu terjadi, harusnya sudah ada informasi dari perompak yang meminta tebusan atau hal yang lainnya.

“Jadi mereka bukan butuh biaya tapi mubazir juga mereka pergi sekarang. Meski ditanggung keluarga. Soalnya kapal ini waktu berangkat tidak melapor di pelabuhan. Jadi ini masih misteri. Tentunya kalau dia kapal kayu, pasti dia muncul tapi tidak ada tanda-tanda. Kemungkinan besar mereka bilang hanyut,” tutupnya. (Iswan Sual)