Legislator Sulut Dorong Pendidikan Adat

210

Manado, MP

Pembelajar tentang adat istiadat dinilai penting untuk dimasukkan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Tujuannya supaya masyarakat, terlebih khusus generasi milenia bisa diingatkan kembali tentang identitasnya.

Hal ini diungkap Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut, Fanny Legoh. Menurutnya, pembelajaran terkait pendidikan adat harus ada. Selain itu, perlu menjadi bagian dari sistem pendidikan yang ada di Indonesia.

“Adat itu mengajarkan banyak hal, terutama tentang masa lalu. Maka dari itu banyak guru sekarang dalam tanda petik kurang belajar tentang adat sehingga motivasi untuk memberikan ‘learning process’ kurang. Ini kan ada dua “learning process” (proses pembelajaran) dan ‘telling by doing’ (mengatakan dengan melakukannya) kalau bicara pendidikan,” ungkap Politisi PDI-P kepada wartawan mangunipost.com, di ruang kerjanya.

Menurutnya, guru itu harus banyak belajar dan mengajar. Pendidikan adat mesti dipahami para guru dan perlu ditambahkan dalam sistem pembelajaran.

“Itu istilah yang kita bilang dulu muatan lokal, makanya itu kita melihat provinsi-provinsi lain itu begitu. Ini sangat bagus karena kita mengenal latar belakang sejarah dan adat istiadat kita,” tuturnya.

Mestinya orang Sulut harus dimotivasi dengan pelajaran mengenai sejarah, identitas daerahnya. Dengan demikian memilik semangat untuk maju.

“Jadi guru-guru harus ada pembekalan terkait pendidikan adat itu,” tandasnya. (Eka Egeten)