Lokasi Pameran Jorok, Pengunjung Mancanegara Enggan Berlama-lama

1035
Sampah berserak di lokasi Sulut Fair 2018 Kayuwatu (Iswan Sual)

Manado, MP

Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk meramaikan Ajang Tahunan Sulut Fair 2018 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-54 Provinsi Sulut dinilai ‘gagal’ oleh sejumlah pengunjung.

Pameran Pembangunan yang dibuka 15 September 2018 oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan berlokasi Kayuwatu itu terkesan kurang terorganisir dan tak mendidik.

“Kita so brapa kali datang disini. Mar nda banya yang berubah. Sampah ada dimana-mana. Kong tu sound system deng volume pe kras skali. So nda mo jadi mo dialog deng penjaga stand. Padahal torang perlu informasi,” kata Rifki Sagar, pengunjung dari Modoinding.

“Bagus ada stand yang tampilkan pagelaran budaya, lomba-lomba. Mar, di sabla ada stand putar lagu keras-keras depe volume. Kong lagu sangat tidak mendidik! Padahal ini stand-stand ini wajah lembaga. Bagimana lei ini kalu stand lembaga mar nda jadi panutan soal kebersihan deng etika,” pungkas Sagar.

Andrew, seorang warga Australia yang sempat juga berkunjung menyesalkan kondisi lokasi pameran yang tidak nyaman karena bising dan kotor.

“Garbages are everywhere. Disgusting… jorok. Noisy… bising. Gimana bisa bicarra dan tanya jawab bila suara terlalu keras. The funny thing is most of them show the same thing: food. No creativity. I can’t stay longer here,” kata warga Melbourne usai menjalankan tanggungjawabnya di salah satu sekolah Sulut ini.

Harfin, pengunjung dari Tondano, menyampaikan, keadaan pameran yang mirip pasar tradisional tidak akan menyerap banyak orang yang berkepentingan.

Sebab, menurutnya, yang banyak hadir adalah siswa-siswa dan Pegawai Negeri Sipil yang telah dijadwalkan wajib hadir.

“Yang bagus, so kurang tu penampilan anak skola yang menampilkan sensualitas. So banya deng lokalitas komang ini. Mar, sebenarnya, kalu mo jujur, lokasi deng model bagini nda akan mo tarek orang kamari. Yang datang ini kan kebanyakan karena ‘terpaksa’. Dorang diwajibkan oleh instansi. Langsung kwa ja tindaki tu bagini nimbole se biar. ,” ketus pemuda Sumalangka ini.

Padahal dalam pidato pembukaan pamerannya, gubernur Olly Dondokambey mengutarakan akan ada banyak hal menarik yang bisa dilihat di setiap stand instansi pemerintah dan swasta.

Olly sempat, menginformasikan bahwa dalam Sulut Fair 2018 akan ditampilkan aneka produk, termasuk komoditi unggulan, potensi daerah, lokasi wisata dan hasil pembangunan lainnya. (Iswan Sual)