Lord: Jangan Jenuh Buat Forum Seperti Ini

336

Tondano, MP

Forum untuk membahas berbagai persoalan terkait penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) sangat penting untuk diciptakan. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa, Lord Arthur Malonda, S.Pd, ketika hadir sebagai pembicara dalam seminar bertajuk ‘Refleksi 20 Tahun Reformasi Pemilu’ di Loji Tondano, Sabtu (4/8).

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Utara (Sulut), Komunitas Peduli Pemilu dan Sahabat Demokrasi Minahasa (KPPSDM) serta PERS Minahasa yang menjadi penyelenggara kegiatan tersebut menuai apresiasi.

“Apresiasi untuk para penyelenggara kegiatan ini. Jangan jenuh untuk terus membuat forum seperti ini. Sebab diskusi untuk bisa memberikan banyak masukan, sangat dibutuhkan dalam upaya mewujudkan demokrasi sesungguhnya dalam penyelenggaraan Pemilu. Terutama bagi KPU sebagai penyelenggara Pemilu,” aku Malonda.

Ia pun mengajak lembaga-lembaga tersebut untuk merancang diskusi dan seminar secara rutin bersama KPU Minahasa.

“Demi perubahan ke arah yang lebih baik, KPU Minahasa selalu terbuka. Mari kita bersama-sama merancang kegiatan diskusi rutin agar persoalan-persoalan yang masih kita hadapi dalam penyelenggaraan Pemilu bisa mendapatkan masukan untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.

Diketahui, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS).

Hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut, Komisioner KPU Provinsi Sulut Meidy Yafeth Tinangon, S.Si., M.Si yang membahas topik ‘Minahasa Pioner Demokrasi Indonesia dan Pokok-Pokok Pikiran Reformasi Pemilu’, sejarawan dan budayawan Dr Ivan Kaunang, M.Hum yang mengulas soal ‘Nilai-nilai Demokrasi Dalam Peristiwa Reformasi’, Ketua KPU Minahasa Lord Arthur Malonda, S.Pd soal ‘Benang Kusut Data Pemilih dan Penegakan Demokrasi di Era Reformasi’ serta jurnalis Sulut Rikson Karundeng yang memaparkan ‘Peran Pers Dalam Reformasi Sistim Demokrasi di Indonesia’. (tim mp)