LPA Sulut Minta Ayah Pembunuh Anak Dihukum 27 Tahun

245
Jull Takaliuang. (ist)

Manado, MP
Kasus ayah bunuh anak di Kakas Kabupaten Minahasa, menuai kecaman berbagai pihak. Kali ini, kutukan terhadap perilaku tak manusiawi itu datang dari Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi Utara (Sulut), Jull Takaliuang, Sabtu (18/8).

“Terkait pembunuhan anak di Kakas, harus ada tindakan tegas. Masakkan orangtua tega bunuh anak yang tidak berdaya. LPA Sulut meminta, pelaku harus dihukum maksimal,” ketus Takaliuang.

Menanggapi peristiwa menyedihkan itu, LPA Sulut mendorong penegakan hukum yang tegas. Kata dia, jangan sampai tidak ada efek jera bagi pelaku. Dalam Undang-undang Perlindungan Anak, sangat jelas diatur. Jika orang dekat (mama, papa atau guru) melakukan kekerasan hingga menyebabkan anak cidera, apalagi sampai kehilangan nyawa, hukumannya harus ditambah 1/3.

“Bila hukumannya 20 tahun, berarti harus tambah 6 atau 7 tahun lagi. Ini harus diterapkan. LPA Sulut menegaskan, UU perlindungan anak harus dilaksanakan. Pelaku harus menjalani hukuman itu sampai tuntas,” tukasnya.

Diakuinya, selama ini pihaknya tidak pernah melihat adanya penerapan sanksi itu. Misalnya di kasus pemerkosaan terhadap anak yang dilakukan orangtua, itu tidak masuk dalam putusan hakim. Untuk itu, sekali lagi Takaliuang meminta, penerapan UU perlindungan anak harus dilaksanakan aparat penegak hukum di Sulut. (timmp)