Mahfud MD Pilih Tak Ikut Tim Jokowi atau Prabowo

249
Mahfud MD (ist)
Jakarta, MP

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menegaskan tak akan bergabung pada salah satu tim pemenangan pasangan capres dan cawapres pada Pemilihan Presiden 2019.

Hal itu disampaikannya saat berbincang dengan Kompas.com, Sabtu (18/8/2018), di kediamannya, Sambilegi Baru, Sleman, Yogyakarta.

Pada Pemilihan Presiden 2014, Mahfud menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang bertarung melawan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Menjelang penentuan cawapres Jokowi, namanya disebut-sebut sebagai kandidat terkuat sebelum akhirnya Jokowi memilih Ma’ruf Amin.

Lalu, apa yang akan dilakukan Mahfud?

“Saya sudah nyatakan tidak akan ikut tim politik. Dua-duanya (Jokowi maupun Prabowo) tidak,” kata Mahfud.

“Untuk tim ideologi kenegaraan, saya ikut Pak Jokowi karena saya duduk di BPIP (Badan Ideologi Pembinaan Pancasila). Ini kan bukan politik. Netral. Siapa pun presidennya, tetap jalan. Karena netral, saya tidak boleh ikut salah satu tim pemenangan. Itu yang terbaik. Rakyat silakan pilih yang terbaik,” lanjut dia.

Ia mengatakan, kegiatan di BPIP akan tetap dijalaninya karena merupakan aktivitas rutin. Demikian pula mengajar di sejumlah kampus.

Sementara itu, saat ditanya mengenai apakah ada tawaran untuk bergabung dengan salah satu tim, Mahfud tak ingin membahasnya.

Ia kembali menegaskan, pilihan terbaik saat ini adalah tidak bergabung dengan tim mana pun.

Mahfud juga mengungkapkan alasannya buka suara terkait “keramaian” yang terjadi setelah Jokowi mengumumkan cawapres pilihannya.

Sebelumnya, informasi yang beredar menyebutkan pilihan akhir Jokowi adalah Mahfud MD. Jelang pengumuman cawapres Jokowi, Mahfud juga sudah berada di restoran tak jauh dari lokasi pertemuan Jokowi dan partai koalisi.

Ternyata, yang diumumkan Jokowi sebagai cawapres adalah Ma’ruf Amin.

Pada sebuah program televisi swasta, Mahfud mengungkapkan bahwa ia memang dihubungi oleh sejumlah orang di lingkaran Jokowi untuk mempersiapkan segala persyaratan terkait pendaftaran cawapres.

Ia memilih mengungkapkan semuanya karena ada informasi simpang-siur bahwa seolah-olah apa yang dilakukannya karena inisiatif pribadi. Mahfud menilai, ada yang harus diluruskannya.

“Saya sebenarnya sudah tidak mau ngomong. Stop. Tapi kemudian ada yang berbicara bahwa itu karena Pak Mahfud GR saja. Tidak begitu. Akhirnya saya berpikir, saya harus bicara. Setelah itu cukup, saya tidak bicara lagi,” ujar Mahfud.

“Saya sudah terima itu sebagai realitas politik, saya sudah ikut proses. Jadi ya tidak apa-apa, saya ikhlas dan saya sudah bertemu dengan Presiden Jokowi,” kata mantan anggota DPR ini. (kompas.com)