Mangindaan Akhirnya Nahkodai Partai Demokrat Sulut

398
E.E Mangindaan saat menyampaikan keterangan usai pelantikannya sebagai Plt. PD Sulut (Iswan Sual)

Sekjen PD: GSVL diberhentikan secara tidak hormat dari Partai Demokrat

Manado, MP

Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) berhasil menggelar rapat bersama pengurus PD se-Sulut terkait menyeberangnya Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) ke Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Rapat pengurus DPP PD yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hinca Panjaitan itu digelar di Hotel Sintesa Peninsula Manado pada Selasa (2/10) 2018.

Panjaitan dalam keterangan pers menyampaikan bahwa GSVL telah diberhentikan secara tidak hormat dari jabatannya sebagai ketua DPD PD Sulut.

“Pada 1 Oktober 2018 kami telah memutuskan untuk mengumumkan kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara bahwa ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara yang selama ini dijabat Godbless Sofcar Vicky Lumentut, kami berhentikan dia dengan tidak hormat,” beber Hinca.

Pemberhentian Walikota Manado itu dari jabatannya sebagai orang nomor satu PD Sulut diikuti dengan penunjukkan E.E Mangindaan sebagai penggantinya.

Dikatakan Hinca keputusan untuk menunjuk Mangindaan adalah keputusan paling tepat lantaran dia merupakan kader terbaik PD.

“DPP mengambil keputusan untuk menerjunkan kader terbaiknya, baik secara nasional apalagi di Sulawesi Utara  untuk memimpin partai Demokrat Sulawesi Utara sebagai pelaksana tugas (Plt, red). Dia adalah bapak E.E Mangindaan,” kata Hinca.

“Tadi surat keputusan sudah saya bacakan. Sudah saya serahkan bahkan petaka kebesaran Partai Demokrat telah kami serahkan sebagai simbol komando beralihnya kekuasaan kewenangan, fungsi dan kewajiban kepada Pak Mangindaan untuk memimpin partai ini.”

Sejatinya, kata Panjaitan, mantan Gubernur Sulut itu secara resmi sudah jadi ketua DPD PD Sulut sejak 1 Oktober 2018.

“Oleh karena itu mulai tanggal 1  Oktober yang efektif per hari ini secara de facto DPD Sulut secara resmi dipimpin oleh E.E Mangindaan. Hal-hal lain terkait struktur DPD, DPC sampai ke bawah tetap.”

Lebih lanjut Panjaitan menuturkan bahwa untuk jabatan-jabatan lainnya tidak mengalami perubahan. Struktur yang lama, kecuali ketua DPD, tetap dipertahankan.

“Layaknya seperti bermain bola semua susunan pemain sudah berada di lapangan untuk tempur pileg 2019. Pelatihnya yang diganti. Pelatihnya saja yang diganti. Pemain-pemain andalannya tetap main,” pungkas Hinca.

Panjaitan dengan bangga menyatakan bahwa pemilihan Mangindaan sebagai pengganti merupakan strategi yang jitu lantaran dia memiliki sejumlah pengalaman kepemimpinan yang bagus.

“Dengan menunjuk Mangindaan itu artinya Sulut bagi kami segala-galanya dan yang utama. Karena itu kami terjunkan kader utama kami. Ia adalah orang yang sangat dikenal dari Sulawesi Utara.”

“Pernah memimpin sebagai gubernur. Dipercaya memimpin menteri, sepak bola apalagi, lama bertugas di ketentaraan. Sekarang mendapat tugas yang sangat berat dan terhormat adalah pimpinan MPR dari fraksi partai Demokrat,” ujarnya.

Maka dari itu Panjaitan meminta kalangan pers menyosialisasikan soal tuntasnya masalah di tubuh PD.

“Persoalan Partai Demokrat sudah selesai, telah tuntas. Dan tidak ada lagi masalah. Semuanya berjalan lancar di bawah komando Pak Mangindaan. Seluruh kader hari ini menyatakan siap dan patuh pada Pak Mangindaan. Mereka akan bekerjasama bahu membahu, torang semua basudara, untuk memenangkan Pileg 2019,” pungkasnya lagi.

Mangindaan ketika didaulat untuk memberikan sambutan terkait jabatan barunya tersebut hanya menyampaikan bahwa dia akan fokus pada konsolidasi partai.

“Jadi, fokus saya nanti bersama teman-teman adalah mengonsolidasikan semua kekuatan partai untuk memenangkan Pileg 2019,” kata Mangindaan singkat.

Diinformasikan bahwa tuan rumah dan yang memfasilitasi rapat tertutup tersebut adalah bendahara DPD PD Sulut, yang juga adalah wakil walikota Manado Mor Dominus Bastiaan.

Dalam pertemuan itu nampak pula hadir ketua Badan Pembinaan Organisasi Kaderisaai Keanggotaan (BPOKK) Pramono Edi Wibowo, para wakil ketua lengkap, semua unsur DPD, dan DPC se- Sulawesi Utara dan Anggota DPRD Sulut dari fraksi PD Billy Lombok. Namun minus sekretaris DPD PD.  (Iswan Sual)