Mantapkan Eksistensi Organisasi Pengacara, API: Siap Berdiri Paling Depan

225

Jakarta, MP
Dalam rangka mempertegas eksistensi Organisasi Pengacara di Indonesia, hadir dan berdirilah Asosiasi Pengacara Indonesia (API) pada tahun 2015. Meski baru seumur jagung, namun organisasi ini dianggap paling representatif menjawab situasi dan perpecahan di beberapa Organisasi pengacara di negeri ini.

Sekretaris Jenderal DPP API, Pangihutan Blasius Haloho, SH mengatakan jika API adalah rumah bersama para pengacara Indonesia.

“API ini lahir dari ketiksolidan antar organisasi pengacara, kami melihat banyak organisasi yang katanya sudah masuk anggota namun tidak mereka tak pernah dapat perhatian,” katanya di lokasi, Jum’at (5/4/2019).

Ia melanjutkan, “Profesi kita ini bukan hanya sekedar pelengkap sistem peradilan, kita punya tanggung jawab kepada masyarakat. Maka kita perlu perhatian pula,” ucapnya.

Berkenaan dengan itu, API akan senantiasa situntut melakukan pembenahan secara internal organisasi melalui upaya pemantapan kerja-kerja organisasi dan penanganan proses pengkaderan secara profesional dalam rangka menciptakan anggota-anggota yang memiliki komitmen dan integritas.

“Kami punya komitmen dan integritas yang tinggi terhadap anggota. Organisasi maju maka kita semua sejahtera, yang penting adalah kekompakan dan kerjasama yang solid,” pungkasnya.

Wujud nyata pemantapan itu dapat terlihat dari sambutan dan kontribusi seluruh anggota dalam mensukseskan Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 di Hotel Kaisar, Kalibata, Jakarta Selatan pada Jum’at (5/4/2019).

“Mengusung tema “Advokat Protes”, kita bersama mampu mengembalikan martabat advokat Indonesia memuju rumah aman. Kita jadikan API sebagai tempat yang nyaman buat penghuninya,” tegasnya.

Alhasil, kini API sudah mulai maju dan berkembang dengan capaian 150 anggota yang rindu perubahan.

“Sudah ada 150 yang bergabung, ke depannya kita akan terus sebarkan berita baik bagi kebangkitan advokat Indonesia,” pungkasnya.

Selain penetapan ADRT, Kegiatan Munas API ke II kali ini juga dilakukan pemilihan pengurus baru secara aklamasi, jujur, terbuka dan rahasia.

“Semoga pengurus baru yang terpilih nantinya mampu bekerja secara maksimal dalam memajukan organisasi dan anggota,” harapnya. (phee)