Masuk Penilaian Puskesmas Berprestasi, PKM Nuangan Pacu Peningkatan Pelayan

262

Tutuyan, MP

Berbagai persiapan tengah dipacu Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nuangan,
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Tahun 2019 ini, lembaga pelayanan kesehatan tersebut sedang bersiap untuk penilaian ke-2 guna mendapatkan target akreditasi Madya. Upaya ini dilakukan terutama untuk peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Diketahui Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Nuangan, setelah menyandang akreditasi dasar pada tahun 2017, kini masih terus berbenah untuk mendapatkan akreditasi yang lebih baik lagi.

Hal itu diungkapkan Kepala Puskesmas Nuangan, Viera Paputungan. Menurutnya, ini penilaian Puskesmas prestasi tingkat provinsi Sulut, namun yang mereka buat kali ini untuk persiapan reakreditas di tahun depan.

“PKM Nuangan masuk di penilaian Puskesmas berprestasi tingkat Provinsi. Tingkatan untuk akreditas itu dari Dasar, Madya, Utama, sampai akreditas Paripurna. Tahun 2017 kita sudah masuk akreditas dasar, untuk penilaian selanjutnya, indikator penilaianya pasti sama dengan yang sebelumnya,” kata Kapus Viera.

Menurutnya, untuk reakreditas intinya sama, yaitu untuk peningkatan mutu pelayanan. “Penilaianya sama dengan tahun lalu. Hanya saja kali ini, kami ada ketambahan ilmu, seperti apa saja yang akan diubah, dan lebih dimantapkan lagi. Mulai dari regulasi, sistem dan mutu pelayananya,” jelasnya.

Dirinya juga berharap, para petugas medis bisa menjalankan program dengan baik dan penuh tanggung jawab. “Ini akan menjadi penilaian dalam reakreditasi nanti,” sebut Viera.

Dengan ditingkatkannya reakreditasi Puskesmas Nuangan, akan menjadi harapan bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Nuangan. “Tujuannya agar pelayanan menjadi lebih baik lagi. Karena itu kami meminta dukungan dari semua komponen yang ada di wilayah kerja Puskesmas Nuangan dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat sampai di pelosok desa,” pintanya.

Sementara itu, tim penilai dari provinsi Sulut ada dua orang, yaitu Dokter Billi dan Olvi Maki.

Pada kesempatan itu, Dokter Billi mengungkapkan bahwa dalam penilaian, regulasi itu penting, sebab regulasi menentukan sistem yang ada di Puskesmas.

“Untuk Puskesmas Nuangan yang tengah mempersiapkan diri untuk reakreditasi, yang terpenting adalah regulasi. Sebab regulasi menentukan sistem yang ada di Puskesmas, sistem dan indikatornya, sampai dengan mutu pelayananya,” jelas Dokter Billi.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 tahun 2015 tentang akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktek Mandiri Dokter dan Tempat Praktek Mandiri Dokter Gigi, dijelaskan, untuk melaksanakan ketentuan pasal 39 ayat 5 Peraturan Menteri Kesehatan nomor 75 tahun 2014 tentang setiap Puskesmas harus meningkatkan kualitas pelayanan dasar secara berkesinambungan. (Jerry Isini)