Menolak Dipolitisasi, Mahasiswa Sulut Bertemu Wakil Rakyat

182
Penyerahan dokumen aspirasi tertulis oleh Koordinator Lapangan Topan (Iswan Sual)

Manado, MP

Sejumlah mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di Sulawesi Utara (Sulut) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut untuk menyampaikan aspirasi.

Meski sempat terjadi sedikit ketegangan, karena kecewa dengan tak satu pun wakil rakyat yang menerima, rombongan mahasiswa tersebut masih berhasil memberikan pernyataan tertulis mereka kepada staf di sekretariat DPRD Sulut.

Kepala Bagian Persidangan Ronny Geruh,  S.Sos dan Kepala Sub Bagian Persidangan Glady St. B. Taliawo, SIP DPRD Sulut menerima secara resmi aspirasi tertulis para mahasiswa itu.

Dalam poster-poster yang digunakan sebagai alat demonstrasi terbuka itu mereka menghimbau agar para elit politik tidak menjadikan mereka sebagai alat politik saja.

“Kami tegaskan kepada mahasiswa seluruh Indonesia agar tidak terpolitisasi dalam kepentingan elit politik,” demikian bunyi satu poster yang terangkat di.

Di poster yang lain, ada pula saran agar para wakil rakyat bersikap nasionalis dan pancasilais.

“Para elit politik harus berjiwa nasionalis dan pancailais. Dan jangan jadikan mahasiswa alat untuk merebut kekuasaan pribadi,” kata poster lainnya.

Koordinator Lapangan Topan meminta kepada elit politik akan mengembalikan marwa mahasiswa. Mereka,  lanjutnya, akan melakukan perlawanan kepada elit politik yang mengeksploitasi mahasiswa.

“Kembalikan marwa mahasiswa. Kami bukan alat elit politik. Kami menolak mahasiswa yang berafiliasi dengan politik. Kami akan melawan elit politik dan tim sukses yang memanfaatkan gerakan mahasiswa,” kata pemuda berjas merah dengan kopiah tersebut.

Kepada pimpinan Sekretariat DPRD Sulut dikatakan bahwa mereka akan datang lagi dua pekan datang dengan jumlah yang lebih besar.

“Kami sangat kecewa dengan tidak adanya satu pun anggota dewan yang menerima kami. Mengherankan, dari 43 anggota, kok tak ada satupun di tempat,” ujarnya.

Kelompok mahasiswa yang juga menuntut agar para wakil rakyat tetap mempertahankan fungsi kontrol mereka menamai diri Forum Mahasiswa Se-Sulawesi Utara. (Iswan Sual)