Menpar Harap Trauma Korban Gempa Lombok Segera Pulih

199
Foto kemepar (ist)

Jakarta, MP

Menteri Pariwisata telah melakukan kunjungan kerja ke Lombok beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu ia sempat memberikan peralatan pemulihan akibat gempa dan berharap semua korban bisa segera pulih dari trauma.

“Semua stakeholders bersatu untuk memulihkan pariwisata Lombok dan membantu masyarakat setempat. Saya berharap trauma yang dialami teman-teman segera pulih dan beraktivitas seperti biasa,” tutur Arief Yahya dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/9/) 2018.

Arief menyerahan secara simbolis peralatan kerja pendukung pemulihan pariwisata di 3 Gili. Peralatan diserahkan kepada TNI dan Polri. Peralatan tersebut berasal dari kalangan industri pariwisata dan dikelola oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB.

“Peralatan ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan pariwisata yang secara berturut-turut difokuskan di Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno, Senggigi, dan Mangsit,” ungkapnya.

Usai menyerahkan bantuan, rombongan juga meninjau model tenda yang disumbang Kila Senggigi Beach Lombok. Tenda ini diberikan kepada karyawannya yang terdampak gempa dan kepada komunitas penggalang bantuan gempa.

Seperti diketahui pada awal Agustus 2018, Lombok, NTB dilanda gempa beberapa kali. Akibatnya, Gunung Rinjani ditutup dan banyak kerusakan pada penginapan dan rumah warga.

“Untuk memulihkan Lombok, saya gunakan frame work destinasi, yakni 3A-nya dulu. Akses, Amenitas dan Atraksi,” Arief menjelaskan.

Ia yakin bahwa Lombok International Airport (LIA) masih aman dan normal. Fasilitas publik pun masih bisa digunakan.

“Suasana bandara di Lombok tadi terpantau seperti biasanya. Banyak wisatawan yang keluar masuk,” ungkapnya.

Terkait atraksi, Arief juga mengunjungi terminal penyeberangan dan Pusat Oleh-Oleh Sentra Kerajinan Lombok Utara di Pelabuhan Teluk Nara. Dalam pantauannya, memang ada beberapa bangunannya mengalami kerusakan.

“Saya sudah minta Pak Gubernur NTB mengirim surat ke Kemenhub dan ditembuskan ke Kemenpar, untuk dilakukan percepatan. Ini adalah tempat wisata, karena itu harus dilakukan percepatan,” terang pria asal Banyuwangi ini.

Soal amenitas, Ia memantau beberapa penginpan di Lombok seperti dua hotel Santi Resort dan Villa Ombak di Gili Trawangan, Villa Senggigi, Holiday Resort di Senggigi sudah menerima tamu.

“Kita terus melakukan langkah percepatan. Saya keliling pulau dengan dokar, atau bendi. Saya lihat ada yang masih renovasi, ada juga yang sudah mulai beroperasi. Diharapkan pada awal September 2018 sudah lebih banyak hotel yang beroperasi,” pungkasnya. (detik.com)