Mumu Keberatan Dimejahijaukan, Usai Beberkan Dugaan Mafia Tanah Bos Jumbo

399

MANADO, ManguniPost.com – Aksi pengawalan yang dilakukan OAM alias Mumu terhadap kasus dugaan penyerobotan tanah dan pemalsuan sertifikat dengan terlapor RS alias Sugianto (bos Jumbo), akhirnya berujung ke meja hijau.

Dimana, Senin (14/12) ini, Mumu telah didakwa bersalah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Elseus Salakory di hadapan Majelis Hakim PN Manado, yang diketuai Alfi Usup.

Dalam dakwaannya, JPU menyebutkan kalau Mumu telah beraksi di media sosial (medsos) ketika mendampingi pelapor JGSS alias Surentu bertandang ke Mapolda Sulut. Dan hal itu dinilai telah merugikan RS, yang tak lain adalah bos Jumbo Swalayan Manado.

Diterangkan JPU, aksi terdakwa Mumu di medsos bermula ketika dirinya memperoleh informasi dari JGSS terkait laporan polisi nomor STTLP/03.a/I/2020/SPKT. Dalam laporan tersebut, JGSS telah menjadikan bos Jumbo Swalayan Manado itu sebagai terlapor atas dugaan penyerobotan tanah dan pemalsuan sertifikat.

Dan saat berada di Mapolda Sulut, Mumu langsung membuka akun facebooknya dengan akun Arthur Mumu lalu mengetik kalimat “kawal kasus penguasaan hak dan pemalsuan oleh Ridwan Jumbo atas tanah milik ahli waris Glen Kemba Surentu dan Violieta Chornelis Mailoor yang dilaporkan ke Polda Sulut”.

Selain itu, dalam dakwaannya JPU juga menerangkan bahwa terdakwa Mumu juga sempat melakukan live streaming melalui akun facebooknya dan masuk ke beberapa grup facebook.

Menurut dakwaan JPU, perbuatan tersebut telah melanggar Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sehingga, JPU menjerat hukum terdakwa Mumu dengan menggunakan Pasal 27 ayat (3).

Usai mendengarkan dakwaan JPU, Majelis Hakim kemudian memberikan kesempatan kepada pihak terdakwa, dan setelah berkoordinasi dengan Tim Penasehat Hukumnya, Mumu ikut menyatakan eksepsi alias keberatan. Alhasil, sidang ditunda pekan depan, dengan agenda eksepsi.

Sementara itu, Mumu saat ditemui awak media, merasa diri telah dikriminalisasi oleh Bos Jumbo dalam perkara ini.

Bagaimana tidak keberatan, kasus dugaan penyerobotan tanah dan pemalsuan sertifikat RS belum sampai ke pengadilan, tapi kasus dugaan ITE Mumu telah melejit dengan cepat.

Bahkan, Mumu mengklaim dirinya memiliki sejumlah bukti terkait dugaan mafia tanah bos Jumbo, sebagaimana telah dilaporkan JGSS di Polda Sulut. Dan hal itu siap dibongkarnya dalam persidangan. (*)