Nasib Buruh di RSUP Kandou Memiriskan

377

Perusahaan Penyedia Jasa Tarik Keuntungan Besar

MANADO, ManguniPost.com – Sorotan atas pelanggaran aturan Ketenagakerjaan ikut dialamatkan  Ketua DPC Fsb Kamiparho SBSI Kota Manado, Hamzah Kamasaan ke perusahaan penyedia jasa dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) RD Kandou Manado.

Saat dihubungi awak media, aktivis buruh itu menjelaskan bahwa penyimpangan terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan telah terjadi. Pelanggaran tersebut menurut Hamzah, dialami buruh cleaning service.

Pasalnya, pihak perusahaan penyedia jasa RSUP Kandou dinilai telah mengabaikan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dari buruh cleaning service.

Tak hanya itu, upah atau gaji dari mereka pun tidak dibayarkan sesuai dengan UMK. “Bahkan, pihak RSUP Kandou alergi dengan kehadiran serikat buruh/pekerja. Padahal, buruh cleaning service merupakan ujung tombak pelayanan kebersihan, kerapihan, penataan gedung dan halaman rumah sakit,” tuturnya.

“Buruh tidak pernah kenal lelah dan bahkan tidak pernah memikirkan dampak buruk terhadap kesehatan akibat kerja demi memenuhi kebutuhan hidup buruh dan keluarganya. Tapi sangat miris dan menyakitkan ketika buruh sudah melakukan tanggung jawabnya ternyata perusahan tidak melaksanakan kewajibannya sesuai perintah Undang-Undang,” lanjut Hamzah.

Lebih dari itu, dirinya ikut membeberkan buruknya K3 pihak RSUP Kandou. “Seharusnya fasilitas K3 disiapkan perusahan prima mitra clean seperti sarung tangan, masker sepatu bout, tapi justru dibeli sendiri oleh buruh,” ketusnya.

Parahnya lagi, para buruh juga tidak diikutkan dalam BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. “Tidak diikutkan. Kerja tidak pernah diliburkan, jam kerja lebih dari 8 jam, kerja sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, lembur tidak pernah dibayar dan bahkan ketika buruh dan keluarganya hendak merayakan hari raya keagamaan, perusahan tidak membayar THR. Permasalan seperti ini tidak akan terjadi bila pihak rumah sakit lebih selektif memfilter perusahan penyedia jasa yang hanya memperbudak buruh dengan memburuh keuntungan yang besar,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor : Jack Wullur