Oknum Kapolsek Tuminting Diduga Asal Gunakan Kewenangan

112

MANADO, ManguniPost.com – Dugaan penyalahgunaan kewenangan, telah membuat Kapolsek Tuminting, AKP Andy Sukristianto masuk daftar Propam Polda Sulut, Kamis (05/03).

Pasalnya, suami SP alias Pep, lelaki Vicky Kainage telah melaporkan Sukristianto bersama dua oknum anggota Polsek Tuminting, Andawari dan Ronald.

Ketiganya dilaporkan telah menyalahgunakan wewenang, memaksakan persoalan perdata masuk ke ranah pidana, yang merugikan pihak Kainage.

“Sudah dilaporkan ke Propam Polda Sulut hari ini (red-kemarin), sebagai pembelajaran bagi anggota polisi ke depan agar tidak semena-mena dalam menangani kasus. Dan untuk proses ke depan, kami percayakan semua pada Propam Polda Sulut,” ungkap Kainage.

Sementara itu, Kapolda Sulut, Irjen Pol Royke Lumowa saat dihubungi melalui Kabid Humasnya, Kombes Pol Jules Abraham Abast telah membenarkan adanya laporannya tersebut.

“Laporan telah diterima dan teregister dengan nomor STPL 113/III/2020/Bag Yaduan, dan akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku,” tanggap Kabid Humas Polda Sulut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polsek Tuminting diketahui telah nekad memproses pidana laporan perempuan HS alias Suki dengan nomor LP/212/IX/2019/Sek Tuminting/Resta Mado/Sulut tertanggal 9 September 2019.

Padahal, persoalan pinjam meminjam disertai jaminan sertifikat antara Pep dan Suki merupakan masalah perdata, sebab ada hubungan bisnis/kerja sama. Bahkan, saat proses peminjaman terjadi, Pep telah memberikan jaminan sertifikat SHM No 490 dan SHM No 489 dengan nilai sekitar Rp1 miliar. Sedangkan, uang yang dipinjam berada di angka puluhan juta.

Herannya, pihak Polsek Tuminting tanpa pikir panjang malah ngotot membawa persoalan ini ke ranah pidana. Dan sempat mengambil langkah menetapkan Pep sebagai tersangka.

Keberatan atas tindakan penanganan hukum tersebut, Pep melalui Kuasa Hukumnya, Advokat Zemmy Leihitu dan Franklin Himonaung akhirnya menempuh jalur praperadilan (praper) dengan menjadikan pihak Polsek Tuminting sebagai Termohon.

Dan Hakim Praper Relly D Behuku, Senin (02/03) lalu, di Pengadilan Negeri (PN) Manado telah mengeluarkan putusan dengan nomor 1/Pid.Pra/2020/PN Mnd, yang intinya tidak membenarkan langkah hukum Polsek Tuminting.

“Mengabulkan permohonan praperadilan pemohon untuk sebagian. Menyatakan bahwa penetapan pemohon sebagai tersangka oleh termohon adalah tidak sah. Menyatakan bahwa laporan polisi nomor LP/212/IX/2019/Sek Tuminting/Resta Mado/Sulut tertanggal 9 September 2019 yang menjadi pemohon sebagai tersangka adalah tidak sah. Menyatakan bahwa penahanan tersangka adalah tidak sah,” putus Behuku.

Terkait putusan praper tersebut, Leihitu dan Himonaung saat dihubungi awak media, menegaskan bahwa pihaknya menghormati apa yang telah menjadi putusan Hakim. “Kami menghormati apa yang telah menjadi keputusan Hakim Praper,” ungkap Leihitu.

Selanjutnya, dirinya meminta Polsek Tuminting dapat segera mengambil langkah penghentian kasus alias SP3, dengan bersandar pada putusan tersebut. (*)

Penulis/Editor : Jack Wullur