Oknum Polisi Diduga Gelapkan 14 Ton Kopra

257

Manado, Mangunipost.com – Aksi penggelapan kopra yang diduga telah dilakukan oknum Polisi berpangkat Bripka, inisial DN alias Donal, ikut diproses pelapor Fredy Palempung ke Mapolda Sulut, Jumat (05/04).

Didampingi Kuasa Hukumnya, Advokat Percy Lontoh, pelapor Fredy telah melaporkan Donal atas dugaan penggelapan 14 ton kopra milik pelapor. Dan laporan itu telah diterima bagian Propam Polda Sulut dengan nomor laporan 24/IV/2019 Polda Sulut.

Pelapor sendiri saat dihubungi melalui Advokat Percy, membenarkan adanya langkah hukum yang ditempuh atas aksi terlapor.  

“Dengan dibuatnya laporan ini, kami berharap jangan lagi ada penegak hukum, yang merugikan masyarakat. Apalagi terlapor meminta bantuan kepada pelapor, dan akhirnya terlapor diduga akan menggelapkan milik pelapor. Dan saya minta kasus ini harus diproses,” tegas Lontoh.

Selebihnya, diterangkan bahwa kasus dugaan penggelapan kopra ini bermula, ketika tanggal 14 Maret 2019, terlapor telah meminta pelapor agar kopra milik pelapor dari Tobelo ke Bitung dimuat ke truck terlapor.

Atas permintaan tersebut, pelapor pun kemudian memberikan muatan sebanyak 14 ton ke truck terlapor.

Begitu berhasil mendapatkan muatan, terlapor lalu mengantar kopra tersebut dengan menggunakan jasa supir dan menumpang kapal menuju ke Kota Bitung.

Setiba di Kota Bitung, sopir tak meneruskan perjalanan dan meninggalkan mobil bermuatan kopra itu dengan alasan urusan keluarga. Alhasil, pada tanggal 20 Maret 2019, terlapor lalu mengambil trucknya yang masih memuat kopra milik pelapor.

Menariknya, terlapor malah mengantarkan kopra tersebut bukan ke perusahaan yang sebenarnya harus menerima kopra tersebut. Dan itu dilakukan terlapor tanpa seijin pelapor.

Merasa curiga, pelapor lalu menelusuri keberadaan kopranya dengan menghubungi temannya. Dan mendapati kalau kopra miliknya sudah ditimbang di perusahaan lain dengan nama berbeda, sebagaimana tertera pada nota timbang.

Parahnya lagi, timbangan kopra yang seharusnya 14 ton justru telah berkurang 1 ton. Dan hal ini terjadi tanpa sepengetahuan pelapor.

Keberatan atas peristiwa yang menimpanya, pelapor didampingi Kuasa Hukumnya lantas memproses hukum perbuatan terlapor. (*)

Penulis/Editor : Jack Wullur