Oknum Polisi Sat Sabhara Polres Sangihe Aniaya Warga

263
Korban Saat Menujukkan Luka Memar (ist)

Manado, MP

Image (citra) lembaga Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali dibuat tercemar oleh aksi dugaan penganiayaan yang dilakukan anggotanya terhadap masyarakat sipil.

Kali ini menimpa Sandy Kakasih warga Batulewehe, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sandy diduga telah dianiaya oleh oknum anggota Polisi yang bertugas di Sat Sabhara Polres Sangihe, Bripda PR alias Pier.

Berdasarkan Laporan Polisi, STTLP/ 111 / VIII/ Sulut/ Res- Sangihe, kejadian itu terjadi pada Kamis (30/8) pekan lalu. Dimana, pelaku bersama empat orang temannya datang ke rumah korban di Kelurahan Sawang Bendar, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Setibanya di rumah korban tanpa banyak bicara pelaku langsung melayangkan pukulan ke arah mata kanan dan kepala korban, sementara keempat teman pelaku menahan korban dari belakang.

Alhasil atas perbuatan oknum polisi ini, korban mengalami luka memar di mata bagian kiri dang dan bengkak di kepala sebelah kiri serta hidung mengeluarkan darah.

Ayah korban, Karel Kakasih saat dihubungi wartawan media sulut mengungkapkan, pihaknya akan mengambil langkah hukum.

“Kami sudah lapor di Polres Sangihe, tapi kalau di perhambat kami akan ke Polda,” ujar Kakasih, Minggu (2/9) 2018.

Dia juga menyayangkan sikap pelaku yanf seperti tak punya itikad baik.

“Kemarin dia (Bripda Pier, red) bilang kalo dia nda bisa dihukum. Dia bilang paling hanya teguran. Ini sudah keterlaluan,” ketus Kakasih.

“Kami keluarga berharap pelaku agar diproses sesuai dengan hukum yang ada,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Sudung Ferdinan Napitu saat dikonfirmasi turut membenarkan hal ini.

“Perkara tersebut masih berproses di Sat Reskrim Polres Sangihe,” tutupnya. (Iswan Sual)