Pemkot Telusuri Sejarah dan Budaya Tionghoa di Manado

235

Manado, MP

Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) melakukan penelitian mendalam tentang budaya Tionghoa di Manado.

Ketua tim peneliti, Dr Ivan Kaunang M.Hum menjelaskan, tujuan kegiatan ini di antaranya untuk mendapatkan proses sejarah kehadiran orang-orang Tionghoa di Manado serta aspek-aspek tinggalan budaya Tionghoa yang hidup dan berkembang di Manado sebagai bagian dari identitas Kota Manado.

“Dari penelitian ini kita juga bisa mendapatkan laporan yang representatif sebagai hasil kajian berkaitan dengan aspek-aspek kebudayan Tionghoa yang tumbuh, berkembang dan hidup dalam dinamika budaya di Manado,” terangnya.

“Selain itu, dari hasil kajian ini kita bisa mendapatkan data dan dasar kebijakan yang dapat diprogramkan dalam kegiatan yang bersinergi dengan instansi, dinas atau kelembagaan lainnya,” sambung akademisi UNSRAT ini.

Diakui, akan ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari penelitian ini.

“Manfaat kegiatan, laporan kajian budaya Tionghoa ini dapat menjadi acuan dalam membuat kebijakan pemerintah kota, khususnya di bidang kebudayaan antar etnik selain pelestarian, pengembangan, perlindungan budaya-budaya lainnya dalam lokus Kota Manado. Outputnya, dapat tersedianya laporan atau naskah ketikan yang representatif tentang budaya Tionghoa di Manado,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Bapelitbangda Kota Manado, Dr Liny Anna Maria Tambajong MSi, menegaskan hal yang sama. Ditandaskan, akan ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kajian tersebut.

“Sasaran kegiatan ini agar pemerintah kota mendapatkan referensi tentang budaya Tionghoa di Manado dalam bentuk laporan kajian,” jelas Tambajong.

“Laporan ini nantinya menjadi acuan untuk ditindaklanjuti dengan berbagai kebijakan atau laporan lainnya yang sejenis untuk etnik-etnik lainnya yang hidup rukun dan damai di Kota Manado,” terangnya.

Dr Ivan Kaunang M.Hum juga menjelaskan, ada sejumlah tahapan yang akan dilalui dalam proses pengumpulan data.

“Mengawali proses tersebut, pekan lalu telah digelar Focus Group Discussion (FGD) di ruang rapat Bapelitbangda,” katanya.

Dijelaskan, dalam FGD itu hadir sejumlah tokoh Tionghoa di Kota Manado, akademisi tim peneliti dan beberapa pejabat terkait, seperti Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya dan Pemerintahan Bapelitbangda, Leidy Sekeon S.Pi, M.Si.

Menurut sejarawan dan budayawan Sulut ini, proses penelitian dan penyesunan laporan penelitian akan dilakukan sampai Oktober 2018 nanti.

“Dari persiapan, pengumpulan data, kita akan kerjakan sekitar 90 hari. Nanti, selain saya ada juga Dr Veronica Kumurur M.Si, Febry Loho SS, Drs Marthen Rombon M.Si, Christo Pua SS M.Hum, Rikson Karundeng M.Teol, Eka Egeten, S.Teol dan peneliti lain yang akan terlibat dalam tim,” kuncinya. (Eka Egeten)