Pemprov Sulut dan AGC Sosialisasi PERS

276
Muhammad Rudi Mokoginta foto bersama dengan tim Komisi VII DPRI dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia (mangunipost.com/Iswan Sual)

Manado, MP

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) jadi tuan rumah sosialisasi program Pertambangan Emas Rakyat Sejahtera (PERS) di Sulut pada Selasa (21/8) 2018 di ruang C.J. Rantung kantor Gubernur Sulut.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Artisanal Gold Council  (AGC).

Diinformasikan, PERS adalah program yang diusung oleh AGC, organisasi non profit berbasis di Kanada ada di Indonesia sejak 2015 hingga 2020. Di Sulut AGC menggandeng Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulut sebagai mitranya.

Ketua AMAN Lefrando Gosal, mengatakan PERS membantu dalam memajukan ekonomi masyarakat kecil dengan memperhatikan lingkungan.

“PERS bertujuan untuk meningkatkan kondisi sosio-ekonomi dan lingkungan dari komunitas penambang emas skala kecil di Indonesia,” ucap Lefrando Gosal.

Assisten perekonomian Muhammad Rudi Mokoginta, mewakili Gubernur Sulut, dalam sambutannya,  mendukung upaya pemerintah menghilangkan merkuri dalam kegiatan pertambangan karena itu memiliki manfaat bagi masyarakat.

“Diisadari bahwa kegiatan penambangan sangat penting bagi masyarakat penambang untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Mokoginta saat membacakan sambutan Gubernur di depan peserta.

Namun disayangkan, menurut Mokoginta,   kegiatan itu dalam pelaksanaannya memiliki berbagai kendala.

“Antara lain mengangkat kimia beracun yang sangat berbahaya seperti merkuri, kurangnya mekanisme kebijakan pemerintah lokal yang mendukung para penambang,” tutur Mokoginta.

Lebih jauh Mokoginta menyampaikan bahwa pertambangan membantu masyarakat tapi juga berdampak pada lingkungan.

“Apalagi penambangan ini merusak lingkungan. Di daerah saya banyak kegiatan pertambangan yang dilakukan di belakang rumah di sekitar persawahan,” keluh Mokoginta.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Bara Hasibuan selaku anggota Komisi VII DPRI, Rosa Vivien Ratnawati dari Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya(PSLB3) dan Perwakilan AGC. (Iswan Sual)