Penderita Gangguan Jiwa Terus Meningkat, Ada Yang Dipasung Keluarga

161

Tutuyan, MP

Penderita gangguan jiwa di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus meningkat dari tahun ke tahun. Dinas Kesehatan Kabupaten Boltim mencatat, ada dua penderita ganguan jiwa masih dipasung. Keduanya berada di Kecamatan Nuangan.

Menurut Kepala Bidang P2P dan Wabah, Dinas Kesehatan Boltim, Sammy Rarung, total jumlah penderita ganguan jiwa di tahun ini tercatat 75 orang.

Dari data yang ada, angka penderita ganguan jiwa terus meningkat. Pada 2016 ada 58 orang dengan kategori ringan. Selanjutnya, masuk 2017 jumlah penderita ganguan jiwa 69 orang. Paling besar di tiga wilayah yakni Modayag 21 penderita, Tutuyan 13 dan Mooat 12 orang. Sisanya tersebar di Nuangan, Kotabunan dan Motongkad.

“Kami sudah usahakan, agar angka penderita ganguan jiwa Boltim, terus turun tiap tahun,” ujar Sammy Rarung, Kamis (11/7).

Kata dia, tindakan pencegahan dan penyuluhan, terus dilakukan Dinkes Boltim, guna menekan jumlah penderita ganguan jiwa.

Langkah yang dilakukan Dinas Kesehatan Boltim, memberikan obat secara teratur dan memfasilitasi pihak keluarga berobat ke Manado.

Ia mengungkapkan, masih ada keluarga yang melakukan cara pasung terhadap penderita ganguan jiwa. Alasan keluarga melakukan cara tersebut, mencegah penderita tidak berontak atau melakukan hal kurang baik di tengah masyarakat.

Ke depan Dinas Kesehatan Boltim akan melakukan penyuluhan serta sosialisasi kepada keluarga penderita, untuk cara menghadapi orang ganguan jiwa.

“Rata-rata penderita ganguan jiwa di Boltim dikategorikan ringan,” ujar dia lagi.

Kepala Dinas Kesehatan, Eko Marsidi mengatakan, untuk warga yang dipasung, sudah beberapa kali dikunjungi. Rata-rata mereka diungsikan ke kebun.

“Kami sudah tawarkan untuk dibawa ke Rumah Sakit Jiwa di Manado. Namun keluarga menolak, dengan alasan biaya mahal,” terang Eko Marsidi.

Menurutnya, saran telah diberikan ke keluarga agar proses pengobatan tetap rutin dilakukan, agar bisa sembuh. (Jerry Isini)