Pengabdian Masyarakat, PKM Unsrat Evaluasi Pengajaran Bahasa Indonesia di Minut

123

Manado, MP

Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang diketuai Dr. Mariam L.M. Pandean, S.S., M.Hum, melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Pandean yang didampingi Dra. Olga Karamoy, M.Hum., Stella Karouw, S.S., M.Hum, Stefani Humena, S.S., M.A., kali ini menyasar SMK Negeri I Airmadidi dan SMA Negeri I Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Menurut Pandean, pengabdian ini dilaksanakan untuk mengevaluasi proses pengajaran bahasa Indonesia di dua sekolah tersebut.
Evaluasi ini dilaksanakan melalui pemaparan materi bahasa Indonesia yang mengacu pada kurikulum SMA/SMK.

Materi-materi dimaksud mencakup, Proses Penalaran, Bahasa yang Lugas (Kaidah dan kesantunan berbahasa), Kalimat Efektif, dan Paragraf atau Alinea.

“Sesudah pemaparan materi, dilanjutkan dengan diskusi. Diskusi ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti sejauh mana kemampuan siswa menguasai materi yang dipaparkan. Kegiatan diskusi ini sangat efektif karena pada akhirnya dapat menjawab berbagai masalah yang selama ini menjadi momok dalam setiap ujian akhir nasional (UN),” jelas Pandean.

Kegiatan pengabdian di SMK Negeri I Airmadidi dilaksanakan Kamis, 25 Juli 2019, sedangkan di SMA Negeri I Dimembe dilaksanakan Selasa, 6 Agustus 2019.

“Berdasarkan kegiatan PKM di dua sekolah ini, hasil yang dicapai pertama, guru bahasa Indonesia perlu mengadakan kegiatan penyegaran/pelatihan penyusunan materi bahasa Indonesia yang lebih menarik. Kedua, seyogyanya para guru bahasa Indonesia SMA/SMK harus memiliki kompetensi bidang (lulusan/sarjana bahasa Indonesia), terkait penguasaan dan mengaplikasikan materi bahasa Indonesia. Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” papar Pandean.

Diakui, pengabdian ini digelar berangkat dari opini masyarakat. “Keberhasilan proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan tidak lepas dari peran berbagai pihak. Peran masyarakat luas sangat memengaruhi berhasil tidaknya suatu proses belajar mengajar di sekolah. Sekolah merupakan sarana yang disiapkan pemerintah sebagai pusat dari proses pembelajaran.
Dalam proses pembelajaran di sekolah, mata pelajaran bahasa Indonesia mendapatkan sorotan dari berbagai pihak,” jelasnya.

Beberapa aspek menjadi sorotan masyarakat. Sebut saja sumber daya (SDM), dan media pembelajaran. “Aspek lain yang kadang menjadi kendala besar dalam proses belajar bahasa Indonesia yaitu adanya anggapan bahwa belajar bahasa Indonesia tidak lagi menguntungkan karena tidak laris di pasaran. Tak heran kualitas capaian dapat dikatakan di bawah dari capaian pembelajaran mata pelajaran yang lain misalnya bahasa Inggris,” papar Pandean. (Eka Egeten)