Pengadaan Alutsista Patut Dievaluasi!

89

Projo Sulut Turut Berduka, KRI Nanggala-402 Dinyatakan Tenggelam

MANADO, ManguniPost.com – Pernyataan tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali, ikut membawa kabar duka bagi keluarga serta kenalan awak kapal.

Duka tersebut ikut dirasakan Ketua Projo Sulut, Lucky Schramm yang memiliki kenalan yang bertugas di KRI Nanggala-402.

“Projo Sulut turut prihatin dan berduka setelah Panglima TNI menyatakan bahwa KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam,” ungkap Lucky, saat dihubungi awak media, Sabut (24/04).

Selebihnya, Lucky yang memiliki cukup banyak kenalan di kalangan TNI ini ikut menyoroti pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista).

“Pemerintah patut melakukan evaluasi alutsista atas kejadian ini, agar ke depan tidak terjadi lagi korban terhadap putra dan putri terbaik TNI,” tanggap Lucky, yang juga merupakan tenaga ahli bidang Advokasi dan Hukum Bupati Minut.

Menurutnya, alutsista adalah hal vital dalam ketahanan negara. Dan pengadaan alutsista harus dilakukan dengan evaluasi yang matang tanpa kompromi.

Sehingga, ke depan alutsista benar-benar menjadi kekuatan pertahanan. Bahkan, terhindar dari faktor-faktor x yang membuat putra dan putri terbaik TNI harus menjadi korban, seperti sekarang ini.

Sebelumnya diketahui, Panglima TNI, Hadi Tjahjanto melalui keterangan persnya telah menyatakan kapal selam milik Indonesia dinyatakan tenggelam, setelah hilang kontak, Rabu (21/04).

Selain itu, alutsista sektor laut milik Indonesia ini diketahui sebelum dinyatakan hilang dan tenggelam, telah membawa muatan kurang lebih 50 orang, dengan satu komandan kesatuan.

Sewaktu hilang kontak, proses pencairan telah dilakukan secara maksimal. Dan akhirnya ditemukan serpihan-serpihan kapal, yang menjadi bukti bahwa kapal telah tenggelam.

Untuk kepastian jumlah korban, Kepala Staf Angkatan Laut Yudo Margono  belum bisa memberikan keterangan lebih.

“Kami belum bisa memastikan bagaimana mereka, karena belum menemukannya. Jadi tidak bisa menduga seperti apa kondisi mereka karena tidak ada bukti serpihan apapun dari mereka,” terang Margono.

Namun, langkah evakuasi medis siap ditempuh, sehingga jika ditemukan anak buah kapal yang selamat bisa langsung dievakuasi. (*)