Perbaikan Berlarut-larut, Jalan Trans Sulawesi Telan Korban Lagi

242
Korban kecelakaan di jalan Trans Sulawesi (Sampel Kasenda)

Amurang, MP

Dinas Pekerjaan Umum Sulawesi Utara (PU Sulut) kembali disorot kinerjanya. Ini lantaran banyaknya kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang diduga kuat akibat dari kurangnya upaya pemeliharaan jalan dan pengerjaannya yang tak sesuai prosedur.

Ada banyak titik berlobang di sepanjang jalan trans Sulawesi yang tak diberi tanda padahal kerusakan sudah berlangsung lama. Padahal  sudah menelan korban dan masih berpotensi lagi untuk bertambah jumlahnya.

“Kita brapa kali taisi di lubang. Sepanjang jalan trans ada brapa. Amper cilaka kita di skitar Radey. Biar motor rusak parah, untung kitya slamat. Mar so brapa banya katu yang mati. Makanya pe banya krans di pinggir jalang. Banya kecelakaan tunggal. Karna jalang no,” kata Kicky Warga Ongkau yang tiap hari menggunakan jalan tersebut.

Terpantau pula di media sosial ada kecelakaan di jalan trans Sulawesi. Di foto yang diunggah nampak ada perbaikan jalan namun tanpa ada papan informasi sebelum titik lokasi perbaikan.

Dikeluhkan warga sekitar lokasi kejadian, perbaikan sudah lama dimulai namun belum kunjung selesai. Terkesan sudah terbiar.

“Terjadi Kecelakaan Ringan, Di ruas Jalan Trans Sulawesi… Menurut Masyarakat yg Berkumpul di tempat Kejadian,,,,, Ini Karna Lobang Jalan yg Sda Lama di Bongkar Tapi blum di Perbaiki,,, Kejadian Jumat 7/09-18 pukul 10 wita. Pagi tadi,” tulis Sampel Kasenda di dinding akun Facebook-nya.

Doni seorang pengendara sepeda motor asal Amurang mengatakan bahwa pihak terkait kebanyakan lalai. Langkah serius selalu diambil sesudah ada korban jiwa dan ribut didengung-dengungkan.

“Memang kita lia skrang dorang rupa cuek noh. Nanti orang so babataria baru dorang mo ambe tindakan. Ato nanti sto dorang pe keluarga sandiri yang jadi korban baru mo bagra. Perna jadi kwa do muka SMK Amurang,” katanya kesal. (Iswan Sual)