Peringati Sumpah Pemuda, Unsrat Gelar Baca Puisi dan Seminar Bulan Bahasa

366
Lomba Baca Puisi di FIB Unsrat (Iswan Sual)

Manado, MP

Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam Ratulangi (FIB UNSRAT) menggelar Lomba Cipta dan Baca Puisi antar SMA/MA/Sederajat se-kota Manado pada Jumat (25/10) 2018.

Menurut ketua Ikatan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKJBSI) Wendo Wardi Kaparang kegiatan tersebut dilaksanakan  untuk memperingati hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa.

“Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan Jurusan Sastra Indonesia yaitu Bulan Bahasa. Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati Bulan Bahasa dan juga Sumpah Pemuda dan diharapkan seluruh pemuda pemudi terlebih anak-anak SMA untuk lebih menekuni karya sastra terlebih di bidang baca puisi,” ujar Kaparang.

Diinformasikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 6 sekolah dan 9 peserta untuk Lomba baca puisi. Dan 10 peserta untuk lomba penulisan puisi.

Lebih lanjut, Kaparang menyampaikan bahwa pada hari Senin (29/10) 2018 kegiatan akan dilanjutkan dengan seminar Bulan Bahasa.

“Senin akan diadakan seminar Bulan Bahasa. Yang akan dibawa oleh dosen-dosen Sastra Indonesia sebagai pembicara. Itu juga sekaligus penutupan kegiatan atau rangkaian acara ini dan penerimaan hadiah atau pengumuman yang juara penulisan baca puisi,” beber Wendo.

Dikatakannya pula bahwa pada hari Senin itu akan diserahkan hadiah bagi para juara.

“Hadiahnya berupa piala bergilir dan piala tetap untuk pemenang pertama, kedua dan ketiga. Dan juga uang pembinaan senilai Rp 1.000.000  untuk juara 1, dan Rp 750.000 untuk juara 2 dan Rp 500.000 untuk juara 3,” tutur Wardi.

Wardi berpesan agar para pemuda dan pemudi meningkatkan mutu kreatifitas sebab itu merupakan cerminan pribadi bangsa.

“Pesan untuk mahasiswa dan pemuda-pemudi untuk tetap meningkatkan kreatifitas terlebih di dalam bidang seni karena di dalam bidang seni terlebih karya sastra mencerminkan pribadi jiwa pemuda terlebih pribadi bangsa Indonesia sendiri,” tutup Wendo.

Kegiatan Lomba Cipta dan Baca Puisi ini menghadirkan akademisi, budayawan serta penyair Minahasa Fredy Sreudeman Wowor sebagai juri.

Puisi karya Achi Brevy Talanggai dan Fredy Sreudeman Wowor yang dibaca peserta turut menambah keunikan semarak lomba. (Iswan Sual)