Perlindungan Perempuan dan Anak Wilayah Pertambangan Ditingkatkan. AMAN-AGC Intens Melakukan Pendampingan

905

Manado, MP

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Sulawesi Utara (Sulut), bekerjasama dengan Artisinal Gold Council (AGC) mendampingi kelompok pertambangan rakyat. Mereka menargetkan bisa memperkuat pemberdayaan dan melindungi perempuan dan anak khusus keluarga penambang.

Ada dua tempat yang sedang menjadi proyek pendampingan AGC yakni pertambangan Tobongon dan Tatelu. Tujuannya supaya masyarakat bisa menambang dengan cara yang ramah lingkungan, tanpa mercury dan sianida.

“Selain itu kita melakukan pendekatan untuk pemberdayaan perempuan dan anak. Bagaimana mereka juga bisa mengambil bagian di dalamnya,” ungkap Nedine Sulu dari AGC yang fokus terhadap masalah perempuan dan anak, saat konferensi pers, di Rumah Kopi Bily Kawasan Megamas Manado, Rabu (12/12).

AGC pula membuat rumah baca untuk masyarakat. Mereka memperkenalkan hal ini lewat bacaan-bacaan, baik untuk dewasa maupun buku-buku cerita bagi anak-anak. “Kemudian untuk perempuan kami buat kelompok bagi mereka. Kemudian melibatkan mereka di pekerjaan-pekerjaan pengolahan. Seperti mengawas dan sebagainya,” ucap Nedine.
Sementara, Ketua AMAN Wilayah Sulut, Lefrando Gosal mengatakan, pendampingan ini disebut pertambangan emas skala kecil. Hanya fokus untuk yang sudah ada izin dalam bentuk koperasi. “Programnya kita memberikan teknologi kepada mereka, selain bebas mercury kita berupaya supaya juga menguntungkan bagi mereka. Supaya mereka terbebas dari dampak negatif mercury,” ungkap

“Memang target kami ke depan ini juga akan menjangkau penambang-penambang dari luar yang melaukan aktivitas di lokasi pertambangan rakyat di dua tempat itu,” sambungnya.

Dirinya sangat bersyukur untuk keterlibatan teman-teman media yang sudah membantu dalam sosialisasi kepada masyarakat. Diakuinya, peran media sangat penting. Selain sosialisasi tapi juga bisa mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pertambangan yang ramah lingkungan. “Kami memang membutuhkan keterlibatan media. Sosialsiasi juga sebagai sarana mengedukasi masyarakat. Tentunya masih ada program-program lanjutan dari AGC di tahun 2019. Kiranya kerjasama ini bisa terjalin terus,” ungkapnya.

Ia pula menjelaskan, tentang bagaimana mereka pertama kali turun di lapangan untuk bisa menjangkau penambang rakyat. “Sejak kami turun memang tidak mudah melakukan pendekatan kepada masyarakat. Makanya kita tidak boleh langsung menghakimi tindakan-tindakan mereka. Para penambang rakyat harus dilakukan dengan pendekatan-pendekatan persuasif. Ini agar supaya bisa menambang sehat tapi juga menguntungkan,” kuncinya