Perusakan Waruga Penghinaan Bagi Tou Minahasa

769

Manado, MP

Perusakan situs sejarah budaya di Sulawesi Utara kian memprihatinkan. Teranyar, masyarakat dihebohkan dengan pembongkaran waruga (makam tua), di Desa Kaima, Minahasa Utara (Minut).

Reaksi tegas pun meletup dari sejumlah elemen masyarakat Minahasa, termasuk para pegiat budaya.

Hal itu seperti yang terlontar dari Lefrando Andre Gosal, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Sulut. Ia menandaskan, pengrusakan waruga merupakan pelecehan terhadap tou (orang) Minahasa.

“Waruga adalah simbol peradaban tou Minahasa. Nilai-nilai pengetahuan warisan leluhur kami tergores di sana,” kata Gosal.

“Untuk itu jika ada yang merusak waruga apalagi dengan sengaja, itu buka hanya pelecehan terhadap hukum yang melindungi situs ini tapi itu berarti mereka telah melecehkan kami tou Minahasa. Ini harga diri kami,” tukasnya.

Dirinya pun berharap agar tidak ada lagi orang-orang yang menjustifikasi para pegiat budaya.

“Para pegiat budaya adalah orang-orang yang mempunyai semangat untuk mengembalikan nilai-nilai luhur. Kami berharap agar tidak ada lagi orang yang menstigma negatif, menjustifikasi para pegiat budaya,” tandas Gosal. (Eka Egeten)