Pihak Polsek Tuminting ‘Abaikan’ Panggilan Praper PN Manado

53

MANADO, ManguniPost.com – Sidang praperadilan (praper) antara pemohon SP alias Pep dengan termohon Polsek Tuminting, yang diagenda Pengadilan Negeri (PN) Manado, Senin (17/02) ini, telah mengalami penundaan.

Pasalnya, pihak termohon tidak menghadir sidang tanpa alasan yang jelas. Alhasil, Hakim Praper Relly D Behuku ikut menundanya hingga pekan depan. Dan PN Manado akan kembali melayangkan surat panggilan terhadap termohon.

Saat dihubungi awak media, Behuku melalui Juru Bicara Hakim, Imanuel Barru pun membenarkan adanya penundaan sidang tersebut. “Sidangnya telah ditunda oleh Hakim praper, karena pihak termohon tidak hadir,” terang Barru.

Senada juga disampaikan Kuasa Hukum Pep, Advokat Zemmy Leihitu. “Hakim telah menunda sidang satu minggu, sebab pihak Polsek Tuminting tidak hadir tanpa alasan,” ungkap Leihitu.

Sebagaimana diketahui, perempuan Pep telah mengajukan permohonan praper ke PN Manado dengan berkas perkara nomor 1/Pid.Pra/2020/PN Mnd, guna menguji penanganan hukum yang dilakukan pihak Polsek Tuminting terhadap dirinya.

Dimana, Pep melalui Kuasa Hukumnya menilai Kapolsek Tuminting terkesan kuat sangat memaksakan persoalan pinjaman uang disertai jaminan yang dilakukannya dengan pelapor HS alias Suki, untuk masuk ke ranah pidana.

“Kami mengajukan praper untuk menguji penanganan kasus dari Termohon, yakni Polsek Tuminting. Karena kasus ini bukanlah merupakan suatu perbuatan pidana tetapi masalah perdata, sebab ada hubungan bisnis/kerja sama antara Pemohon dan Pelapor, karena adanya hutang piutang yang disertai dengan jaminan sertifikat SHM No 490 dan SHM No 489 dengan nilai sekitar Rp1 miliar. Namun pihak Polsek malah memaksakan kasus ini untuk masuk ranah pidana,” tanggap Leihitu.

Selanjutnya, Leihitu mengungkapkan penetapan tersangka atas kliennya yang dilakukan Polsek Tuminting di bawah komando AKP Andy Sukristianto dinilai Inprosedural.

“Penanganan kasus ini jelas Inprosedural. Persoalan perdata, ada sertifikat jaminan dari klien ke pelapor, tapi kenapa digiring ke pidana,” pungkasnya.

Adapun diketahui, pada tanggal 8 Mei 2019, Pep telah meminjam uang sebesar Rp10 juta ke Suki, dengan menitipkan 2 sertifikat tanah di Kota Bitung, sebagaimana tertera dalam kwitansi.

Dan pada tanggal 9 September 2019, Suki telah melaporkan tersangka dengan kasus penipuan. Herannya, pihak Polsek Tuminting tanpa pikir panjang malah ikut memproses kasus ini, dengan menetapkan Pep sebagai tersangka dan sempat melakukan penahanan terhadap dirinya pada tanggal 14 November 2019 lalu. (*)

Penulis/Editor : Jack Wullur