Polisi Amankan Pelaku Ujaran Kebencian di Medsos

424
Pelaku ujaran kebencian (jongkok), saat digelandang ke Mapolres Tomohon. (ist)
Pelaku ujaran kebencian (jongkok), saat digelandang ke Mapolres Tomohon. (ist)

Tomohon, MP
AWL (23) diamankan Tim Resmob (Reserse Mobil) Satuan Reskrim Kepolisian Resor (Polres) Tomohon sekitar pukul 23.30 Wita, malam Jumat (28/6). Lelaki asal Minahasa Selatan ini diciduk di tempat kostnya, Kelurahan Matani Dua, Kecamatan Tomohon Tengah.

Komandan Tim (Dantim) Resmob, Bripka Bima Pusung menuturkan, penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari Tim Ciber Patrol Reskrim Polres Tomohon. AWL diduga merupakan pelaku ujaran kebencian tak berdasar di media sosial (Medsos), terkait kasus yang terjadi di wilayah hukum Polsek Tombariri belum lama ini.

“Tim Ciber Patrol Polres Tomohon menemukan konten hoax yang beredar di media sosial tentang ujaran kebencian. Itu ditujukan kepada Unit Pemeriksa Polsek Tombariri. Kami pun bertindak” tutur Pusung.

Kapolsek Tombariri, Iptu Adri J Untu menerangkan, kala itu terjadi perkelahian yang kedua pelaku mengalami luka-luka. Pihaknya pun telah menindak lanjuti kasus tersebut. Namun, kesulitan memanngil para saksi untuk dimintai keterangan.

“Terduga yang dilaporkan saat itu menghilang. Tetapi, akhirnya berhasil diamankan Tim URC Totosik di komplek Terminal Malalayang Manado,” terang Untu.

Kapolres Tomohon AKBP Raswin B Sirait SIK SH MSi melalui Kasat Reskrim Akp Ikhwan Sukri SH SIK membenarkan penangkapan dan beredarnya konten hoaks, ujaran kebencian tersebut. Ditegaskannya, Polres Tomohon dalam melakukan penindakan, itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

“Semua dilakukan sesuai prosedur. Pun kalau ada penindakan, itu dilaksanakan sesuai aturan main. Tentunya yang ada di KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dan Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik),” tutup Sukri. (ronisomba)