Protes Warga Tanjung Priok dan Permintaan Maaf Yasonna Laoly

42
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly memberikan keterangan pers soal pernyataannya yang dianggap menyinggung warga Tanjung Priok saat acara Resolusi Pemasyarakatan 2020 di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Dalam pernyataannya Menkumham Yasonna H Laoly menyampaikan permohonan maaf atas perkataannya yang menyinggung warga Tanjung Priok. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

JAKARTA, KOMPAS.com – Kantor Kementerian Hukum dan HAM yang berada di Jalan HR Rasuna Said Kav 6-7, Kuningan, Jakarta Selatan, digeruduk massa, Rabu (22/1/2019) siang. Mereka adalah warga yang tinggal di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utata. Dengan menggunakan sepeda motor dan sejumlah angkutan metromini, mereka datang untuk menuntut Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly meminta maaf atas ucapannya yang dianggap telah mendiskreditkan mereka. Ucapan yang dipersoalkan terjadi ketika Yasonna menghadiri acara “Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)” di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1/2020) lalu. Ketika itu, Yasonna Laoly menilai, kemiskinan merupakan sumber tindakan kriminal sehingga semua pihak harus membantu menyelesaikan masalah tersebut. Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan itu sempat membandingkan antara kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara dan Menteng, Jakarta Pusat. Ia menyebut, Tanjung Priok banyak melahirkan tindak kriminal karena tingkat perekonomian yang miskin, sedangkan hal sebaliknya terjadi di kawasan permukiman Menteng. Sontak, pernyataan Yasonna kala itu menuai kritik, salah satunya dari politikus Nasdem yang berasal dari daerah pemilihan tersebut, Ahmad Sahroni. Menurut dia, Yasonna terlalu tendensius dalam menilai sekelompok masyarakat hanya berdasarkan pada domisili tempat ia tinggal. “Seenaknya Pak Yasonna bicara. Saya lahir dan besar di Tanjung Priok di seputaran premanisme, rampok, dan narkoba, tetapi tidak demikian semua orang Priok begitu,” kata Sahroni seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya. Wakil Ketua Komisi III DPR itu bahkan sempat mengunggah dua foto salinan berita sembari menyisipkan pernyataan yang menyindir Yasonna. “Pak Menteri, mungkin Menteng elite, Priok kumuh, tetapi kalau ngomongin kriminal, bapak lupa berapa triliun uang negara yang dirampok sama koruptor-koruptor yang tinggal di Menteng?” kata dia. Hingga akhirnya, massa menyambangi Gedung Kemenkumham. Hujan deras yang sempat mengguyur wilayah Kuningan dan sekitarnya tak menyurutkan niat masyarakat yang menuntut permohonan maaf Yasonna. Bahkan, mereka mengancam akan membawa massa dengan jumlah yang lebih besar serta melakukan tindakan yang lebih signifikan. “Menteri Yasonna Laoly harus minta maaf dalam kurun waktu 2×24 jam di media media besar negeri ini,”  kata salah seorang orator di atas mobil komando. “Jika tidak, kami akan datang dengan massa lebih besar lagi. Kami akan tutup pelabuhan Tanjung Priok,” kata dia. Warga Tanjung Priok melakukan aksi di depan gedung Kemenkumham, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Ratusan warga Tanjung Priok menuntut Menkumham Yasonna Laoly minta maaf soal ucapan yang menyebut Tanjung Priok merupakan wilayah yang sarat akan tindak kriminal.(KOMPAS.com/WALDA MARISON) Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin melalui juru bicaranya, Masduki Baidlowi, menilai, Yasonna tak memiliki maksud menghina masyarakat Priok melalui pernyataannya. Oleh karena itu, ia berharap agar masyarakat dapat memaafkannya. “Saya yakin warga Priok akan mengikuti Bapaknya yang jadi Wapres, untuk cenderung memaafkan terhadap hal-hal yang sebenarnya tak dimaksudkan untuk menyakiti,” kata Masduki saat dihubungi wartawan. Setelah mendapat sejumlah desakan, Yasonna akhirnya meminta maaf. Baca juga: Diprotes Warga Tanjung Priok, Menkumham Yasonna Laoly Minta Maaf Ia merasa pernyataannya yang kini dipersoalkan itu tidak dimaksudkan untuk menyinggung warga Tanjung Priok. “Kemudian ternyata berkembang penafsiran yang berbeda di media massa dan publik luas sehingga saudara-saudara saya yang ada di Tanjung Priok merasa tersinggung, maka saya menyampaikan permohonan maaf,” kata Yasonna di Kantor Kemenkumham. Yasonna berharap, permintaan maafnya tersebut dapat menyelesaikan perdebatan yang ia nilai justru menimbulkan kerancuan. Ia pun berjanji akan mencari waktu untuk bersilaturahim dengan para warga Tanjung Priok.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Protes Warga Tanjung Priok dan Permintaan Maaf Yasonna Laoly “, https://nasional.kompas.com/read/2020/01/23/06420081/protes-warga-tanjung-priok-dan-permintaan-maaf-yasonna-laoly?page=all#page2
Penulis : Dani Prabowo
Editor : Icha Rastika