Pulau Likri Tak Dikelola, Potensi Wisata Terbengkalai

554

Minahasa, MP
Pulau Likri di Desa Tandengan Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa, berpotensi dijadikan destinasi wisata terbaik di kawasan Danau Tondano. Namun, pulau yang luasnya kurang dari 1 hektar ini, terbengkalai. Tidak diperhatikan dinas terkait. Padahal jika dikelola dengan baik, pulau ini bisa mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sebelumbya sudah berencana akan menjadikan pulau ini sebagai salah satu tujuan wisata. Bahkan hingga akan dipromosikan ke luar daerah. Akan tetapi, iti tidak terealisasi. Malahan terlupakan oleh dinas terkait.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi l Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa, Oklen Jandri Waleleng SH MH angkat bicara. Ia pun menyinggung kinerja Disparbud. Menurutnya, dinas terkait seharusnya memperhatikan objek-objek wisata. Apalagi punya potensi mendatangkan income bagi daerah.

“Disparbud jangan cuma hebat promosi pariwisata ke luar daerah. Tetapi harus memperhatikan potensi pariwisata alam yang tersebar di seluruh Minahasa. Bukan dilupakan,” sentil Waleleng.

Menurut legislator berdomisili di Desa Tandengan ini, persoalan ini sudah berkali-kali diusulkannya ke Disbudpar. “Disbudpar hanya sampai direncana saja, tapi tanpa realisasi. Hasilnya nol besar,” ketusnya.

Dikatakan lagi, keuntungannya bukan hanya buat Kecamatan Eris saja. Namun Minahasa secara umum. Sebab Minahasa memiliki danau, dan ini memiliki nilai tambah. Sebab di daerah tertentu rata-rata mempunyai pantai, tapi tidak memiliki danau.

Sementara, Kepala Disbudpar Minahasa, Agustivo Tumundo mengatakan, pihaknya tidak pernah menolak usulan untuk pengelolaan Pulau Likri. Tetapi semuanya tergantung dari dana.

“Jika tidak ada anggaran, bagaimana mau kelola. Jika anggarannya ada, pasti akan dikelola,” jelas Tumundo.

Untuk itu, dia berharap tahun 2019 anggaran untuk pengelolaan Pulau Likri bisa tertata dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Tumundo membantah soal peryataan bahwa Disparbud tidak memperhatikan objek-objek wisata alam yang ada di Minahasa.

“Salah satu tupoksi Disbudpar yaitu, dengan melakukan promosi. Hal itu dilakukan oleh bidang pemasaran dan promosi di Disbudpar,” pungkasnya. (kelly)