Puskemas Molbar Tolak Beri Surat Rujukan Ke Pasien Jantung Kronis

525
Foto ilustrasi (ist)

Amurang, MP

Pelayanan kesehatan yang berlaku di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Motoling Barat (Molbar) Raanan Baru Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kepada pasien pengguna Kartu Indonesia Sehat (KIS) diduga sungguh buruk.

Ini bertentangan dengan upaya dan komitmen pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)  yang didengung-dengungkan selama ini.

Pasien Isman Anjia (74) warga Raanan Baru Satu Kecamatan Molbar menjadi korbannya. Anak Isman, Sinyo Anjia mengeluhkan perilaku Kepala Puskes yang sudah tak lagi menerbitkan Surat Rujukan baru untuk ayahnya baru-baru ini.

Padahal Isman sedang menderita penyakit jantung kronis yang mengharuskannya setiap dua minggu memeriksakan diri di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandow Malalayang.

“Papa kwa jantung kronis. Tiap 2 minggu musti ke Malalayang…. Jadi perlu skali tu surat rujukan itu..dan itu juga berlaku bagi penyakit kronis lainnya,” keluh Sinyo via telpon genggam pada Selasa (4/9) 2018.

Sinyo mengatakan,  perilaku Puskes Molbar yang tidak mengenakkan itu nampak tatkala Isman dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) Teep Trans Minahasa Selatan. Pihak RSUD Teep meminta agar keluarga pasien mengambil surat rujukan dari Puskesmas.

“Kita pe ortu pengguna kartu indonesia sehat(KIS).  Dia ada sakit kong berobat di RSUD TEEP TRANS. Karna dia penduduk Raanan Baru 1 maka pihak rumah sakit minta rujukan di puskesmas motoling barat,” tuturnya.

Dikatakannya lagi, sewaktu mereka minta  pertama kali masih diberikan. Setelah itu mereka tidak mau dilayani lagi oleh Puskes Molbar tanpa memberikan alasan yang tepat.

“Waktu minta pertama pihak Puskes masih kase. Tapi setelah minta ulang  (Tiap tiga bulan kemudian) pihak puskesmas (Kepala Puskesmas) MENOLAK MEMBERIKAN RUJUKAN lagi….dengan alasan yang tidak jelas…jadi terpaksa saya mendaftar dgn mandiri tanpa KIS,” beber Sinyo.

Dia berharap agar kasus seperti itu diketahui oleh pemerintah agar dapat diambil tindakan lanjutan. Karena penolakkan pihak Puskes menyulitkan mereka di rumah sakit.

“Jadi mohon perhatian dari pemerintah motoling barat utk dapat menindaklanjuti masalah seperti ini…karna sayang sekali kalu jadi pa orang lain yg tdk ada keluarga dekat di rumah sakit. Dorang musti pulang ulang di Puskes terdekat, ” pungkas Anjia.

Menurutnya surat rujukan sangat dibutuhkan apabila penderita akan dirawat selama beberapa hari di rumah sakit.

“Perlu diketahui SURAT RUJUKAN itu sangat penting bagi penderita sakit yg membutuhkan perawatan panjang.
Jadi trg serba salah mo ka Puskes Motoling barat dorang nd bisa tangani (sakit jantung),” ketusnya.

Diakuinya, perlakuan pihak rumah sakit dan Puskesmas yang terkesan beking bola pimpong membuat dia kesal dan bingung.

“Mo ka rumah sakit dorang minta rujukan puskes….mo ka Puskes dorang NYANDA KASE…ini yg gila kepala puskes ato sapa kang…???” (Iswan Sual)