Ramaikan Unsrat Community Fest 2019, HIMA Tomohon Bicara Nilai Budaya Minahasa

324

Manado, MP
Himpunan Mahasiswa (HIMA) Tomohon turut ramaikan ‘Unsrat Community Fest’ di Gedung Usaha Kecil Menengah (UKM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Rabu (9/10).

Ketua Umum HIMA Tomohon, Anugrah Pandey, beri apresiasi kepada penyelenggara.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada penyelenggara. Karena dengan adanya acara ini, berbagai organisasi ataupun komunitas saling bertemu, sekaligus silahturahmi. Selain itu juga, memberi kesempatan untuk memperkenalkan organisasi dan komunitas yang ada,” kata Pandey yang biasa disapa Nuga.

Ia juga berterima kasih karena diberi kesempatan untuk berbicara mengenai organisasi HIMA Tomohon.

“Jadi, HIMA Tomohon ini adalah organisasi paguyuban. Organisasi yang dibentuk atas dasar kebersamaan dan kekeluargaan, dengan mengacu pada nilai-nilai filosofis budaya Minahasa, maleos, maketer, matombol, malinga, magenangen, mamuali tou. Yang dimana juga kita bisa saling belajar bersama, saling berbagi ilmu dan pengetahuan dari berbagai bidang,” terang Pandey.

Gabriel Rogi, salah satu pengurus HIMA Tomohon, sekaligus pembicara menambahkan, HIMA Tomohon adalah organisasi yang mewadahi mahasiswa Tomohon yang ingin berorganisasi.

“Karena organisasi ini adalah organisasi yang bisa mewadahi kita, baik pengembangan kreatifitas maupun pengembangan sumber daya manusia, dan untuk menjadi calon-calon pemimpin di Kota Tomohon nanti. Dan tentunya lewat momentum ini, kami sebagai pengurus HIMA Tomohon, ingin menyuarakan kepada teman-teman mahasiswa Tomohon yang belum tergabung dalam organisasi ini, untuk bergabung dengan kami,” tambah Rogi yang adalah Ketua Bidang Seni Budaya dan Kreatifitas.

Rogi berharap, HIMA Tomohon bisa terus mengikuti acara-acara seperti ini.

“Dengan adanya sosialisasi-sosialisasi seperti ini, banyak orang yang dapat mengetahui organisasi ini, sehingga eksistensinya semakin naik. Dan kita dapat menjadikan organisasi ini sebagai batu pijakan untuk melahirkan pemimpin-pemimpin Kota Tomohon yang berintegritas dan berintelektual untuk Kota Tomohon yang lebih baik ke depan,” tutup Rogi yang juga Putra Kopi Indonesia 2018. (Eka Egeten)